Pipa Pertamina Bocor, Bau Menyengat Terasa hingga Jarak 100 Meter

Retnati mengaku turut mengambil minyak yang merembes di permukaan tanah. Ia memperkirakan dalam waktu 1,5 jam mereka mendapat sekitar 10 liter premium, sebelum lokasi itu disterilkan.

Rabu, 08 Mar 2017 00:19 WIB

Warga menunjukkan jeriken berisi minyak yang diambil dari bocoran pipa Pertamina Cilacap, Selasa (7/3/2017) (Foto: Ridlo Susanto/KBR)


KBR, Cilacap – Sejumlah warga yang tinggal di sekitar titik pipa pertamina yang bocor di Dusun Cikaronjo Desa Tarisi Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mengaku mual dan pusing akibat bau minyak yang menyengat.

Salah satu warga, Retnati mengatakan hingga kini bau menyengat masih terasa. Namun, bau minyak tersebut pada Selasa (7/3/2017) siang sudah jauh berkurang dibanding ketika Selasa dinihari. Waktu itu masih ada genangan minyak yang terdapat di permukaan tanah sekitar pipa yang bocor.

Retnati tinggal di Dusun Mlewung RT 01/03 yang berjarak 100 meter dari titik bocor.

Retnati dan suaminya mengaku turut mengambil minyak yang merembes di permukaan tanah. Ia memperkirakan dalam waktu 1,5 jam mereka mendapat sekitar 10 liter premium, sebelum kemudian lokasi itu disterilkan pada Selasa petang.

"Rasanya ke sini masih terasa baunya. Bikin mumet dan mabok baunya. Kemarin ibu hanya nengok sebentar, sudah tidak kuat. Kalau sekarang sudah berkurang baunya. Kemarin jam 3 (pagi) terasa banget baunya. Katanya sudah banyak orang disitu. Ya ikut dengan bapaknya (ambil minyak), tapi dapat sedikit. Ketinggalan, wong sudah sore. Cuma dapat 10 liter. Kalau yang lain dapat banyak. Ini belet (lumpur-red). Ini dapat cuma segini," kata Retnati, Selasa (7/3/2017).

Baca juga:


Warga lainnya, Ranim mengaku tak ikut mengambil minyak, karena tidak kuat dengan bau yang sangat menyengat.

"Nggak (ikut ambil), tau-tau sudah jam 5 sore. Ada yang dapat satu jerigen (premium), ada yang dapat lebih. Dipakai langsung itu minyak, dimasukkan ke tangki motor. Sekarang juga masih bau, menyengat sekali. Saya kemarin juga turun, tapi nggak kuat, baunya menyengat sekali," ujar Ranim.

Kepala Keamanan Internal Pertamina Hairul Huda menjelaskan, menjelang siang minyak bisa menguap sehingga tidak lagi menimbulkan bau yang amat menyengat. Sementara, saat suhu rendah pada malam atau dinihari, endapan minyak mengembun sehingga menimbulkan bau yang amat menyengat.

Dia optimis mulai Selasa bau minyak sudah banyak berkurang. Hairul mengatakan tanah yang terdampak minyak sudah mulai diangkut ke Pertamina Refenery Unit (RU) IV Cilacap untuk penanganan. Hairul juga menyiagakan tangki untuk menyedot minyak bercampur lumpur di sekitar lokasi untuk mengurangi dampak rembesan minyak.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR