Perbaikan Pipa Bocor Pertamina Cilacap Selesai

Galian di sekitar pipa bocor telah diuruk dengan tanah baru dari tempat lain untuk memastikan tanah tidak mengandung polutan.

Kamis, 16 Mar 2017 20:12 WIB

Petugas memperbaiki pipa Pertamina yang bocor di Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Muslim Dharmawan/Pertamina/KBR)


KBR, Cilacap – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memastikan kawasan terdampak tumpahan premium akibat bocornya pipa Pertamina telah steril.

Pertamina mengklaim sterilisasi ini termasuk tanah dan lumpur yang sebelumnya terkena rembesan premium di sekitar pipa bocor di Dusun Cikaronjo, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap.

Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan DLH Cilacap, Jamaludin mengatakan perbaikan pipa bocor selesai pad Rabu (15/3/2017). Galian di sekitar pipa bocor telah diuruk dengan tanah baru dari tempat lain untuk memastikan tanah tidak mengandung polutan.

Jamal menambahkan tanah bekas galian dan air lumpur bercampur premium telah diangkut ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Lomanis Cilacap. Tanah bekas galian untuk sementara waktu akan ditimbun di TBBM Lomanis. Tanah itu selanjutnya akan disterilkan di Pusat Pengolahan Limbah (PLI) Bogor, Jawa Barat.

Jamal mengatakan, tanah sekitar pipa bocor yang terdampak adalah 36 meter persegi. Tanah tersebut digali kemudian diganti dengan tanah baru dari tempat lain.

"Tanah kan terkontaminasi premium. Nanti dibawa, tanah ditimbun di TBBM sini dulu sementara, lalu dibawa ke Bogor nanti untuk diolah.  Kalau yang air bercampur dengan premium itu kan bisa diolah lagi di TBBM. Kemudian premiumnya disalurkan lagi," kata Jamaludin, Rabu (15/3/2017).

Baca juga:


Jamaludin mengatakan sementara ini mereka belum melakukan observasi skala luas. Sejak pipa bocor, penanganan masih fokus pada upaya penanganan di sekitar pipa bocor.

Namun begitu, Dinas Lingkungan Hidup Cilacap akan kembali melakukan observasi untuk memastikan peristiwa pipa bocor tersebut tak berdampak luas, terutama untuk warga dan lahan pertanian di sekitarnya.

Juru Bicara Pertamina wilayah IV Jawa Tengah, Muslim Dharmawan mengatakan tim lapangan telah menyelesaikan perbaikan pipa bocor. Tim teknisi Pertamina telah memasang lapisan pelindung (shield), klem dan isolasi di bagian pipa bocor tersebut. Kata dia, setelah dipastikan tak ada lagi rembesan, tim teknis baru menguruk dengan tanah baru.

Pipa Cilacap-Bandung (CB1) Pertamina diketahui bocor di Kilometer 64, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, pada Senin (7/3/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Pipa Pertamina diketahui bocor pertamakali oleh pegawai PT Kereta Api Indonesia yang tengah mengontrol rel. Perbaikan dijadwalkan selesai pada Jumat (10/3/2017), namun ternyata molor hingga Rabu (15/3/2017).

Juru Bicara Pertamina Jawa Tengah Muslim Dharmawan menjelaskan salah satu kendalanya adalah pipa sudah mengalami korosi lantaran berusia tua. Pipa CB1, dipasang pada tahun 1974 atau sudah berusia 43 tahun. Kendala lainnya, tambah Muslim, adalah hujan deras yang kerap terjadi di wilayah tersebut sehingga menghambat proses perbaikan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.