Pasca Bentrok, Ini Kesepakatan Ojek Online dan Angkot Bogor

"Disepakati hanya boleh mengantar dan menjemput, tetapi tidak mangkal yang mengganggu ketertiban,"

Kamis, 23 Mar 2017 13:34 WIB

Muspika Bogor menyaksikan proses pertamaian pengemudi ojek yang berseteru dengan angkot. (Foto: KBR/Rafik M.)

KBR, Bogor- Ojek daring dan Angkot di Bogor, Jawa Barat menyepakati sejumlah perjanjian.  Perjanjian itu disaksikan Muspida Kota Bogor dan juga sejumlah perwakilan ojek dan angkot.

Perwakilan ojek online, Hamdan Amer mengatakan, sempat terjadi perundingan cukup alot dalam merumuskan kesepakatan. Namun karena memang telah disepakati, akhirnya ojek online dan angkot menyepakati 5 butir kesepakatan . Di antaranya, menjaga kondusifitas, saling bekerjasama menjalankan usahanya, menyerahkan permasalahan ke petugas hukum, saling menjaga diri dan dibentuk Satgas gabungan.

"Selain itu detailnya, kita juga setuju nantinya tidak ada ojek online yang mangkal di fasilitas umum. Disepakati hanya boleh mengantar dan menjemput, tetapi tidak mangkal yang mengganggu ketertiban," katanya usai mediasi di Balai Kota Bogor, Kamis (23/03).

Sementara itu, Rudi Sumardi   perwakilan sopir angkot mengatakan, juga sepakat untuk berdamai. Ia juga mengaku telah mendapatkan jaminan keamanan setelah adanya perjanjian kesepakatan.

"Ya intinya sudah disepakati, ojek online tidak boleh mangkal di sembarang tempat, tidak boleh bergerombol. Harus diam di basecamp mereka masing-masing. Dan kita juga sepakat untuk jaga kondusifitas," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Becakayu Ambruk, Menteri PUPR Hentikan Proyek Infrastruktur Jalan Seluruh Indonesia

  • Ketua DPR Persilakan Polri Kaji UU MD3, Tapi Polisi Harus Tetap Patuh
  • Serangan Bom Di Suriah, 77 Orang Tewas
  • Belum Juga Dapat Medali Di Olimpiade, Atlet Korut Was-Was

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.