Mulai Besok, Pemudik Bisa Pesan Tiket KA Lebaran

"Tiket sudah bisa dipesan melalui channel internal, contact center 121, aplikasi KAI Access, loket stasiun, maupun channel eksternal yang sudah bekerjasama dengan perusahaan,”

Kamis, 16 Mar 2017 11:05 WIB

Ilustrasi (foto: KBR/Rony S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Cirebon– PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai besok membuka pemesanan tiket untuk hari raya Idul Fitri. Selain itu, pada H-60 PT KAI akan menjalankan KA tambahan sebanyak 38 perjalanan dengan jumlah kursi 21.860 per hari.

Juru bicara PT KAI Daop III Cirebon Krisbiyantoro mengatakan, penjualan tiket Lebaran 2017 dijual pada H-90 akan memberi kemudahan bagi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

“Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 25-26 Juni 2017. Tiket sudah bisa dipesan melalui channel internal, contact center 121,  aplikasi KAI Access, loket stasiun, maupun channel eksternal yang sudah bekerjasama dengan perusahaan,” kata Juru bicara PT KAI Daop III Cirebon Krisbiyantoro , Kamis (16/03).

Kata dia,  PT  KAI  memberlakukan tarif batas atas dan batas bawah.

“Tidak ada kenaikan tarif,” katanya.

Ia melanjutkan, walaupun tiket KA Lebaran 2017 sudah bisa dipesan sejak 90 hari sebelum keberangkatan, masyarakat diimbau untuk membeli tiket sedini mungkin agar mendapatkan harga terbaik dan dapat mempersiapkan perjalanan dengan aman.

“Pemesanan tiket jauh hari sebelum keberangkatan lebih baik, karena masyarakat akan mendapatkan tarif ekonomis dan perjalanan pun menjadi nyaman,” imbuhnya.

Secara keseluruhan untuk perjalanan selama Mudik 2017 di Pulau Jawa, PT KAI menyediakan 331 perjalanan KA reguler dengan jumlah kursi sebanyak 200.254 per hari. Selain itu PT KAI juga akan mengerahkan 38 perjalanan tambahan dengan jumlah   21.860 per hari.

“Total seat yang tersedia selama Lebaran 2017 adalah 222.014 per hari, meningkat 2,1 persen dari masa Lebaran tahun lalu yakni sebanyak 217.364 per hari,” tuturnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu