Mayoritas Warga Pedesaan Kabupaten Bondowoso Masih Manfaatkan Sungai untuk MCK

"Juga air yang digunakan terkontaminasi bahan–bahan kimia yang terbawa tentu bisa menyebabkan keracunan,”

Jumat, 31 Mar 2017 11:27 WIB

Seorang warga tengah mencuci dengan memanfaatkan aliran air sungai di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Jawa Timur. (Foto : KBR/Friska Kalia)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bondowoso– Sebanyak 60 persen penduduk  pedesaan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, masih memanfaatkan   sungai untuk kegiatan Mandi, Mencuci dan BAB. Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso,   Muhammad Imron mengakui, hingga saat ini kebiasaan memanfaatkan air sungai untuk kegiatan sehari–hari belum bisa sepenuhnya diatasi.


Padahal, ada banyak dampak buruk yang dimungkinkan terjadi saat masyarakat memanfaatkan sungai untuk mandi, mencuci hingga BAB. Beberapa diantaranya adalah penyakit kulit, diare, hingga keracunan.

“Paling sering ditemui adalah ada resiko penyakit kulit. Misalnya juga air yang digunakan terkontaminasi bahan–bahan kimia yang terbawa tentu bisa menyebabkan keracunan,” ujar Muhammad Imron kepada KBR, Jumat (31/3/2017).

Dikatakan Imron, wilayah perkotaan cenderung memperlihatkan angka yang lebih baik. Saat ini 80% penduduk di wilayah perkotaan sudah mampu mengakses jamban. Hasil survey Dinas Kesehatan menyebut, faktor kebiasaan menjadi penyebab utama banyak warga yang masih memanfaatkan air sungai untuk kegiatan MCK. Ini juga yang membawa Kabupaten Bondowoso pada 2016 lalu masih berada di posisi terbawah untuk kualitas sanitasi yang rendah.

“Kalau faktor kemiskinan justru tidak, ini hanya soal kebiasaan. Kami sudah rutin memberikan pemahaman soal Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui puskesmas. Tapi memang warga karena terbiasa di sungai jadi enggan pakai jamban,” imbuhnya.

Untuk menurunkan angka pemanfaatan sungai oleh warga, Dinas Kesehatan bersama Tim Penggerak PKK setiap tahun memberikan bantuan pembangunan jamban untuk warga. Tahun ini stimulan jamban yang bersumber dari APBD akan dibangun di 100 titik. Sementara bantuan CSR perbankan akan diberikan untuk 500 titik.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.