Lahan Sawah di Bali Menyusut Seribu Hektar per Tahun

Tingginya alih fungsi lahan sawah antara lain didorong kebijakan pemerintah di kabupaten/kota yang membolehkan alih fungsi lahan, walaupun pemerintah Provinsi Bali sudah melarang alih fungsi sawah.

Jumat, 17 Mar 2017 18:56 WIB

Ilustrasi. Pembangunan perumahan di sekitar lahan persawahan. (Foto: jpp.go.id)


KBR, Denpasar - Lahan persawahan di Provinsi Bali mengalami penyusutan luas cukup besar. Lahan sawah banyak beralih fungsi menjadi perumahan.

Penyusutan terbesar terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Tabanan.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Daerah Bali Nyoman Suparta mengatakan penyusutan mencapai 800 hingga seribu hektar per tahun.

Nyoman mengatakan tingginya alih fungsi lahan sawah antara lain didorong kebijakan pemerintah di kabupaten/kota yang membolehkan alih fungsi lahan, walaupun pemerintah Provinsi Bali sudah melarang alih fungsi sawah.

"Kalau sawahnya kini tinggal 80 ribu hektar sedangkan petaninya 134 ribu keluarga. Sekarang petani masih bisa menggarap 40 are lahan per keluarga," kata Nyoman Suparta di Bali, Jumat (17/3/2017).

Satu hektar (10 ribu meter persegi) sama dengan 100 are, sehingga satu are sama dengan 100 meter persegi.

Baca juga:

Nyoman Suparta mengatakan alih fungsi lahan sawah akan terus terjadi jika pemerintah daerah tidak membuat aturan yang membatasi perubahan fungsi sawah menjadi perumahan.

Ia mengatakan ketika lahan sawah sudah berubah fungsi menjadi perumahan, sangat sulit untuk mengubahnya kembali menjadi persawahan.

Selain itu ia menyebut salah satu tantangan terbesar yang dihadapai saat ini adalah banyaknya anak muda yang tidak mau lagi terjun ke pertanian. Padahal, menurut Nyoman, jika anak muda serius menjadi petani akan bisa sejahtera.

Saat ini banyak anak muda di Bali yang lebih memilih kerja di sektor pariwisata seperti di perhotelan, villa dan restoran.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta