Hujan Dua Jam, 6 Kecamatan di Manado Kebanjiran

Banjir merendam 200-an rumah di Perum Kejaksaan Kelurahan Bumi Nyiur. Banjir yang melanda Kota Manado hari ini terjadi hampir di semua daerah yang datarannya rendah akibat drainase yang buruk.

Senin, 20 Mar 2017 21:27 WIB

Bencana banjir yang terjadi di Manado Sulawesi Utara, Senin (20/3/2017). (Foto: Zulkifli/KBR)


KBR, Manado - Hujan deras yang terjadi beberapa jam pada siang tadi menyebabkan banjir di enam Kecamatan di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Noldy Liow mengatakan enam kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Pall Dua, Kelurahan Ranomut dan Perkamil. Beruntung banjir tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

"Maka ada satu anak yang luka-luka karena longsor dan sudah dibawah ke Puskesmas di Kelurahan Ranomut," kata Noldy Liow kepada KBR, Senin (20/3/2017).

Baca juga:


Kepala BPBD Sulawesi Utara Noldy Liow menambahkan, banjir merendam 200-an rumah di Perum Kejaksaan Kelurahan Bumi Nyiur. Banjir yang melanda Kota Manado hari ini terjadi hampir di semua daerah yang datarannya rendah akibat drainase yang buruk.

Hujan deras terjadi pada Senin (20/3/2017) siang sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WITA. Genangan air lantas terlihat di enam kecamatan yaitu Kecamatan Pall Dua (Kelurahan Ranomut dan Perkamil), Kecamatan Wanea (Kelurahan Tanjung Batu dan Kelurahan Bumi Nyiur), Kecamatan Tuminting (Kelurahan Mahawu, Sumompo, Bailang, Bitung Karang Ria dan Tuminting), Kecamatan Sario (Kelurahan Ranotana dan Kelurahan Sario) Kecamatan Singkil (Kelurahan Ternate Baru, Ternate Tanjung dan Kombos) serta Kecamatan Tikala (di Kelurahan Taas).

Hujan deras dan banjir juga memicu longsor di enam titik, diantaranya di Kelurahan Ranomut (Kecamatan Pall Dua) dan Kelurahan Tanjung Batu (Kecamatan Wanea). Karena longsor ini satu orang luka dan kini dirawat di Puskesmas Kelurahan Ranomut.

"Sekarang ini masih akan terjadi hujan sampai April dan Mei mendatang. Diharapkan warga tetap waspada terhadap banjir dan longsor," ujar Noldy Liow.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau