Galian C Ilegal Marak, Lima Sungai di Aceh Utara Berstatus Rawan

BLHD setempat sudah meminta penegak hukum untuk bertindak.

Senin, 06 Mar 2017 20:58 WIB

Alat berat sedang beroperasi melakukan galian C ilegal di kawasan Krueng Sawang, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: Erwin Jalaluddin/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Lhokseumawe– Lima Krueng atau sungai yang tersebar di Kabupaten Aceh Utara, berstatus rawan bencana karena maraknya aksi eksplorasi ilegal galian C yang terjadi di daerah itu. Bahan tambang tersebut berupa pasir kali, batu pecah, krokol, tanah hurug, padas, dll.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Aceh Utara, Nuraina mengatakan, pengambilan tanpa izin itu mengancam abrasi, banjir dan tanah longsor. Karena itu dia mendesak, aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku galian C ilegal.

"Kerusakan terparahnya begini, mulai persoalan permukaan tanah yang keropos kemudian langsung menimbulkan abrasi. Akibat pengambilan itu masyarakat tidak bisa mengolah lahan itu lagi, karena sudah rusak. Ancaman utamanya adalah kerusakan permukaan tanah diarea sungai untuk digarap perkebunan, pertanian sampai permasalahan air bersih seperti keruh hingga hilangnya sumber daya alam," kata Nuraina menjawab KBR, Senin (6/3/2017).

Adapun lima sungai yang rusak akibat maraknya praktek galian C ilegal Masing-masing Krueng Sawang, Nisam, Langkahan, Paya Bakong, dan Cot Girek. Kesemuanya dinyatakan berstatus merah alias mengalami kerusakan parah.

"Kita sudah laporkan temuan ini ke Polres Lhokseumawe dan Aceh Utara. Nah, Kita tunggu saja hasilnya bagaimana sikap aparat kepolisian di lapangan, mudah-mudahan pelakunya bisa ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku," lanjutnya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.