Film 'Galih dan Ratna' Bisa Tayang di Bogor, Tapi Ada Syaratnya

"Jadi, ya sebenarnya tidak ada masalah jika persyaratan dari kami dipenuhi," kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Rabu, 08 Mar 2017 19:05 WIB

Wali Kota Bogor Bima Arya. (Foto: kemendagri.go.id)


KBR, Bogor - Wali Kota Bogor Jawa Barat Bima Arya Sugiarto memberikan restu agar film 'Galih dan Ratna' bisa tetap diputar di bioskop di Kota Bogor.

Film genre remaja 'Galih dan Ratna' sebelumnya terancam tidak bisa diputar di Bogor, karena disponsori perusahaan rokok.

Bima menjelaskan, ada beberapa syarat agar film garapan Lucky Kuswandi itu tetap bisa ditonton warga Bogor.

"Pertama, segala atribut atau logo di film dan banner, yang berkaitan dengan industri rokok dihilangkan. Jadi jangan ada ada atribut itu," kata Bima Arya kepada KBR, Rabu (8/3/2017).

Baca: DPRD Kota Bogor Isyaratkan Larang Film Galih dan Ratna    

Bima menjelaskan, persyaratan ini juga sempat diberikan ke pihak Djarum Foundation saat mengadakan even badminton di kota itu. Namun karena logo tetap ddipasang, even badminton itu dihentikan.

"Jadi, ya sebenarnya tidak ada masalah jika persyaratan dari kami dipenuhi," kata Bima.

Film 'Galih dan Ratna' mulai diputar mulai Kamis (9/3/2017). Film yang dibintangi Sheryl Shenafia itu juga memunculkan Wali Kota Bogor Bima Arya sebagai artis 'cameo' sebagai dirinya sendiri. Film ini merupakan remake dari film 'Gita Cinta dari SMA' yang diadaptasi dari novel berjudul sama, dan tenar di tahun 1980-an.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim