Dua Mobil Dirusak Saat Aksi Mogok Angkutan Konvensional di Bandung

"Menimpa salah satu korban dengan enam penumpangnya menggunakan mobil Avanza yang dilakukan oleh sekelompok orang yang akan melakukan unjuk rasa."

Kamis, 09 Mar 2017 15:20 WIB

Kaca angkot dilempar orang saat berlangsung aksi mogok menolak transportasi daring. (Foto: KBR/Arie N.)


KBR, Bandung- Dua mobil dirusak saat berlangsung mogok serentak oleh lebih dari 1000 pengemudi transportasi konvensional di Kota Bandung. Mobil yang dirusak di dua tempat berbeda itu adalah milik pribadi dan angkutan kota jurusan Stasiun Kelapa - Ledeng.

Menurut Kepala Polisi Kota Bandung Hendro Pandowo, mobil pertama dirusak oleh puluhan orang yang memakai atribut salah satu perkumpulan sopir angkutan kota.

"Menimpa salah satu korban dengan enam penumpangnya menggunakan mobil Avanza yang dilakukan oleh sekelompok orang yang akan melakukan unjuk rasa. Tapi salah satu dari orang itu bisa kita amankan dan  mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum di Polrestabes Bandung," kata Hendro Pandowo di Kantor Gubernur Jawa Barat, Bandung, Kamis 9 Maret 2017.

Kepala Polisi Kota Bandung Hendro Pandowo mengatakan, motif perusakan mobil pribadi terebut karena dianggap oleh pelaku perusakan adalah salah satu transportasi berbasis aplikasi atau online.

Hendro menyebutkan kepolisian akan mencari pelaku lainnya yang melakukan pengepungan dan perusakan mobil pribadi tersebut, sehingga kaca depan dan belakangnya pecah.

Sementara itu, satu angkutan kota mengalami pecah kaca bagian depan akibat dilempar batu oleh pengendara sepeda motor saat berpapasan di jalan raya saat menuju lokasi unjuk rasa. Akibatnya, dua orang di dalam mobil angkutan kota tersebut mengalami luka ringan.

Kepolisian Kota Bandung mengerahkan sebanyak 2200 anggotanya pada aksi mogok serentak transportasi konvensional yang ditempatkan di lokasi unjuk rasa, kantor pemerintahan, terminal dan kantor transportasi berbasis aplikasi atau online.

Sementara itu sebanyak 120 kendaraan penyisir penumpang yang terlantar akibat aksi mogok tersebut dioperasikan di seluruh jalur angkutan kota. Meski aksi mogok transportasi konvensional berakhir, tetapi di jalan raya Kota Bandung belum terlihat para sopir kembali menarik penumpang.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing