Besok Transportasi Umum di Bandung Mogok

Koperasi angkutan mengklaim 10 ribu lebih armada bakal ikut mogok

Rabu, 08 Mar 2017 18:36 WIB

Ilustrasi (Foto: Antara)


KBR, Bandung- Lebih 10.000 armada transportasi umum di Bandung, Jawa Barat akan melakukan mogok serentak besok. Jumlah armada transportasi umum yang akan mogok itu terdiri lebih dari 40 trayek angkot dan sembilan perusahaan taksi.

Menurut Ketua koperasi angkutan atau Kobanter Baru Jawa Barat, Dadang Hamdani, pemicu mogok serentak tersebut salah satunya maraknya transportasi umum berbasis online yang beroperasi saat ini.

"Yang pertama kita menolak Permenhub nomor 32 tahun 2016 untuk dikembalikan ke Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 itu yang pertama. Yang kedua kita menolak angkutan online atau aplikasi dengan menggunakan plat hitam," kata Dadang Hamdani saat dihubungi KBR, Kamis (8/3).

Dadang menambahkan pihaknya menganggap transportasi umum berbasis online ilegal. Karena itu harus ditindak tegas oleh pemerintah dan kepolisian.

Dadang menjelaskan, jumlah armada transportasi umum yang akan mengikuti aksi mogok damai itu kemungkinan besar akan terus bertambah. Pasalnya, armada transportasi umum lainnya dari luar Kota Bandung rencananya akan turut bergabung.

Kobanter Baru Jawa Barat menegaskan, tidak ada paksaan bagi pengemudi armada transportasi umum untuk mengikuti mogok damai yang dimulai pukul 09.00 WIB besok.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu