Bencana Banjir Kabupaten Kobar, Ketinggian 2 Meter Sebabkan Desa Sukarami Terisolir

"Kebutuhan yang sangat mendesak ya air minum, air bersih. Kemudian makanan itu yang paling utama. Terus kita darat memang sekarang sudah putus kita memakai jalur air,"

Senin, 06 Mar 2017 08:42 WIB

Banjir di Kecamatan Arut Utara. (Foto: BPBD Kotawaringin Barat)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Pangkalan Bun- Akibat bencana banjir  desa Sukarami, Kecamatan Arut Utara  terisolir. Pasalnya kata Babinkamtibmas setempat Ratno Eko Mandiri, satu-satunya akses jalan menuju desa tersebut sudah terendam air yang tingginya mencapai 2 meter.

Kata dia, putusnya jalan utama tersebut menyulitkan pengiriman bantuan bahan makanan ke para korban.

"Kebutuhan yang sangat mendesak ya air minum, air bersih. Kemudian makanan itu yang paling utama.Terus kita darat memang sekarang sudah putus kita memakai jalur air," kata Ratno.

Bantuan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat , Kalimantan Tengah menyalurkan 6,1 ton beras untuk korban banjir di 10 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Arut Utara. Kata Kepala BPBD Kobar, Hermon F Lion, data terakhir  ketinggian banjir sudah mencapai 2 meter dan merendam seluruh pemukiman warga Arut Utara.

"Mulai sejak hari Jumat kemarin kita (pemerintah) ada beberapa kali kita drop, yang pertama kemarin itu makanan cepat saji, kemudian family kit, kemudian dari pemerintah daerah pada hari ini ada 6,1 ton beras bersama bantuan yang lain," kata Hermon.

Saat ini, aparat keamanan bersama BPBD Kotawaringin Barat dan relawan menyuplai bantuan dengan menggunakan perahu jukung dengan menyusuri sungai. Satu-satunya alur transportasi tersisa yang bisa menghubungkan Desa Sukarami dengan desa lainnya. Jumlah korban banjir di Desa Sukarami sebanyak 45 Kepala Keluarga 30 rumah dan sekitar 258 jiwa. 


Sementara itu, berdasarkan data Kecamatan Arut Utara, banjir sudah merata di seluruh wilayah Kecamatan Arut Utara. Setidaknya ada 983 rumah yang terendam banjir dengan total korban sebanyak 2.190 Jiwa. Meski pemerintah mengimbau agar korban mau dievakuasi, namun banyak masyarakat masih banyak yang memilih tetap bertahan di rumahnya dengan membuat bale di atas rumah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.