Belasan Desa di Jombang Kebanjiran Banjir 1,5 Meter

Warga mengungsi di kantor balai desa serta tenda-tenda pengungsian darurat yang dipasangdi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung.

Kamis, 02 Mar 2017 17:30 WIB

Warga korban banjir mengungsi ke salah satu balai desa, di Jombang, Kamis (2/3/2017). (Foto: Muji Lestari/KBR)


KBR, Jombang – Belasan desa di empat kecamatan di Jombang, Jawa Timur, dilanda banjir. Banjir diantaranya melanda Kecamatan Mojoagung, Bareng, Mojowarno dan Sumobito. Selain merendam jalan-jalan desa, banjir juga merendam permukiman warga hingga mencapai ketinggian lebih dari 1,5 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Nur Huda mengatakan banjir terjadi karena luapan air Sungai Gunting yang meluap. Sungai tak mampu menampung arus air yang deras setelah kawasan hulu sungai di Kecamatan Wonosalam diguyur hujan deras selama lebih dari delapan jam.

Sejak Kamis (2/3/2017) dini hari petugas disibukkan dengan pendataan dan evakuasi warga yang rumahnya terendam cukup dalam.

Warga mengungsi di kantor balai desa serta tenda-tenda pengungsian darurat yang dipasangdi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mojoagung.

"Data banjir di Mojoagung ada 10 desa (terkena banjir), di Mojowarno ada enam desa. Sedang di Kecamatan Sumobito sampai sekarang belum masuk laporannya karena Sumobito bagian timur di daerah Joho Clumprit ini kan dampaknya dari tanggul yang jebol. Nah oleh BBWS sekarang sudah diperkuat oleh geronjong dan pasangannya juga sudah mulai jalan," kata Nur Huda di Jombang, Kamis (2/3/2017).

Kepala BPBD Jombang, Nur Huda menjelaskan, ratusan personel termasuk dari kepolisian, Kodim, petugas BPBD dan relawan  dikerahkan untuk membantu warga korban banjir.

Sejumlah warga mengatakan wilayah banjir tidak hanya sekali ini terjadi, namun sudah menjadi langganan setiap tahun. Bahkan, dalam satu bulan terakhir, sejumlah desa di Mojoagung sudah lebih dari tiga kali kebanjiran.

Warga berharap, pemerintah daerah segera mewujudkan rencana perbaikan tanggul dan normalisasi Sungai Gunting agar mereka tidak terus kebanjiran.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1