Anies: Kalau Ada Selebaran Mengatasnamakan Nomor 3, Katakan Saja Bukan Dari Kita

Anies Baswedan mengklaim tidak perlu menghiraukan munculnya kampanye-kampanye hitam terhadap pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Rabu, 29 Mar 2017 15:06 WIB

Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Frans Mokalu/KBR)


KBR, Cirebon - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan membeberkan strateginya menghadapi pemilihan gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

Anies mengklaim sudah merasa mantab untuk menduduki kursi gubernur DKI lewat pilkada putaran dua. Menurut Anies, ia tidak perlu menghiraukan munculnya kampanye-kampanye hitam terhadap pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Kita rileks sajalah. Kalau sifatnya fitnah dan lain-lain kita tidak terlalu respon," kata Anies Baswedan saat berada di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (28/3/2017) malam.

Anies singgah di Cirebon di tengah perjalanannya pulang ke kampung halaman di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Ia juga yakin massa pendukung Anies-Sandi beserta tim sukses tidak akan terpengaruh selebaran-selebaran atau spanduk yang dianggapnya hendak menjegal langkahnya di pilkada putaran kedua.

"Kalau muncul selebaran-selebaran yang mengatasnamakan Nomor 3, kita katakan saja 'yang ada di website kita itu yang dari kita'. Kalau nggak ada di situ, berarti bukan bikinan kita. Karena logonya ada di internet, siapa saja bisa bikin," kata Anies.

Anies tidak menjelaskan selebaran mana yang ia maksud 'mengatasnamakan nomor 3' tersebut. Sejauh ini di media sosial memang beredar foto-foto selebaran, seperti formulir dukungan kepada Anies-Sandi agar kalau meninggal disalatkan di masjid, atau kontrak politik penerapan syariah Islam di Jakarta, dan lain-lain.

Anies juga membeberkan mengapa mereka membuat situs khusus yang isinya kumpulan fitnah-fitnah terhadap Anies-Sandi dan bantahannya.

"Saking banyaknya fitnah, kita sampai bikin website namanya www.fitnahlagi.com. Disitu isinya kumpulan fitnah-fitnah, jadi kalau liat sesuatu, bisa dilihat di situ mana yang benar," ungkapnya.

Di situs itu memuat klarifikasi dari Anies-Sandi terhadap berbagai isu yang mereka anggap fitnah. Namun di situs itu tidak ada klarifikasi atau bantahan mengenai selebaran-selebaran tentang kontrak politik penerapan syariah Islam di Jakarta, hingga formulir dukungan agar jenazah disalatkan di masjid.

Sius fitnahlagi.com juga tidak atau belum memuat klarifikasi mengenai selebaran hingga spanduk tentang larangan menyolatkan jenazah bagi pemilih Ahok.

Strategi lain yang dilakukan tim Anies-Sandi adalah pertemuan relawan-relawan sepekan sekali setiap hari Rabu.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau