Aktivis Lingkungan: Pabrik PT Semen Indonesia Diduga Merusak Teluk Balikpapan

Dugaan itu terkait dengan kegiatan operasional unit packing plant (pabrik pengantongan atau pengemasan) semen di sekitar wilayah Karingau, Teluk Balikpapan.

Jumat, 24 Mar 2017 17:35 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)


KBR, Balikpapan – Di tengah ramainya protes pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia di kawasan pegunungan karst Kendeng Jawa Tengah, PT Semen Indonesia juga tengah diprotes di Kalimantan Timur.

Sejumlah aktifis lingkungan di Kota Balikpapan berencana melaporkan PT Semen Indonesia ke Polda Kalimantan Timur. Perusahaan itu diduga melakukan kerusakan lingkungan di kawasan Teluk Balikpapan.

Dugaan itu terkait dengan kegiatan operasional unit packing plant (pabrik pengantongan atau pengemasan) semen di sekitar wilayah Karingau, Teluk Balikpapan.

Aktifis dari Forum Peduli Teluk Balikpapan Hamsuri mengatakan saat ini mereka masih mengumpulkan bukti-bukti terkait aktivitas PT Semen Indonesia yang diduga merusak lingkungan. Aktivis Hamsuri menyebut dampak operasional unit pengantongan semen di Teluk Balikpapan sudah mengubah fungsi sungai, melanggar garis sipadan dan mengubah kawasan mangrove.

Setelah bukti-bukti lengkap, Forum Peduli Teluk Balikpapan akan segera melaporkan PT Semen Indonesia ke polisi.

"Cara mereka yang melakukan perubahan kawasan itu yang patut dicermati. Karena pengamatan kita di lapangan, ada bukti-bukti yang kita kumpulkan, diduga aktifitas PT Semen Indonesia mengubah fungsi sungai, garis sipadan juga mereka langgar. Kita akan memperkarakan kasus tersebut, dengan dugaan kerusakaan lingkungan hidup," kata Hamsuri, Jumat (24/3/2017).

Baca juga:


Aktifis lingkungan di Balikpapan lainnya, Hari Darmanto yang juga advokat mengatakan kini mereka masih menggali bukti-bukti di lapangan khususnya terkait perilaku perusahaan terhadap perubahan kawasan.

Hari mengatakan dari bukti awal menunjukkan adanya perubahan kawasan mangrove hingga menyebabkan tempat habitat bekantan banyak yang mati.

Ia mengatakan perusahaan harus bertanggungjawab tanggungjawab memperbaiki kawasan yang rusak tersebut. Jika tidak, maka kasus itu bisa dibawa ke ranah pidana. Apalagi jika dilakukan dengam sengaja.

Informasi yang dihimpun KBR menyebutkan packing plant itu berkapasitas produksi lebih dari 2000 kantong semen per jam, atau setara 100-an ton semen per jam. Unit pengemasan semen itu memiliki dermaga yang bisa disandari kapal berbobot 10 ribu ton dan tempat penyimpanan semen berkapasitas 2x60 ribu ton.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Menko Wiranto Bakal Tangkap Tentara OPM

  • Kapolri, Evakuasi Di Papua Ajang Bersih-Bersi Pendulang Liar
  • Nazaruddin Sebut Setnov Terima Duit e-KTP
  • Puluhan Calon PPS di Rembang Terindikasi Anggota Parpol