Akhirnya, Warga Perbatasan Nunukan Bisa Kembali Nikmati Penerbangan Bersubsidi

"Jika penerbangan regular tarifnya mencapai Rp1,3 juta. Ini disubsidi pemerintah, jadi harganya Rp400 ribu. Pemerintah mensubsidi hampir Rp1 juta kepada warga," ujar Faridil Murad.

Rabu, 08 Mar 2017 16:11 WIB

Masakapai penerbangan Hevilift melayani rute penerbangan bersubsidi dari Nunukan ke kecamatan terpencil Krayan di Kalimantan Utara. (Foto: Adhima Sukotjo/KBR)


KBR, Nunukan – Warga dari daerah perbatasan di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akhirnya mulai bisa menikmati penerbangan bersudsidi dari ibukota Kabupaten Nunukan ke Kecamatan Krayan yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

Dengan mulai beroperasinya penerbangan bersubsidi itu, warga di daerah perbatasan bisa kembali beraktivitas keluar dari Krayan setelah hampir tiga bulan terakhir aktivitas penerbangan ke wilayah mereka macet.

Penerbangan dari dan menuju Kecamatan Krayan dilayani masakapai penerbangan Hevilift.

Wakil Bupati Nunukan Faridil Murad mengatakan, dengan disubsidi pemerintah, warga perbatasan hanya membayar Rp400 ribu rupiah dari ongkos regular Rp1,3 juta.

"Ini penerbangan perdana untuk melayani masyarakat. Kalau regular kan tarifnya mencapai Rp1,3 juta. Ini disubsidi pemerintah, jadi harganya Rp400 ribu. Pemerintah mensubsidi hampir Rp1 juta kepada warga," ujar Faridil Murad, Rabu (8/3/2017).

Baca juga:


Faridil menambahkan, maskapai penerbangan Hevilift akan menjadwalkan penerbangan ke wilayah perbatasan Kecamatan Krayan sebanyak 6 kali dalam seminggu. Jumah total penerbangan ke wilayah perbatasan Krayan yang harus dipenuhi masakapai penerbangan selama tahun 2017 sebanyak 406 penerbangan.

Pemerintah pusat menganggarkan Rp6,4 milyar rupiah untuk mensubsidi penerbangan ke wilayah perbatasan.

Untuk mengantisipasi macetnya penerbangan ke wilayah perbatasan yang selama ini sering terjadi karena proses lelang di awal tahun, pemerintah memberlakukan kontrak tidak mengikat bagi maskapai penerbangan untuk membuka penerbangan regular ke wilayah Krayan selama menunggu lelang.

"Kita ada kontrak tahunan terus ada kontrak payung. Kontrak payung itu istilahnya ada perjanjian kita, walaupun kita habis kontrak, tapi tetap lanjut. Katakan umpama (kontrak) dia habis Desember, kita bawa realisasi pembayaran nanti Maret, maka Desember ini tidak macet, tapi terus jalan," imbuh Faridil.

Penerbangan dengan pesawat perintis merupakan satu satunya moda transportasi yang bisa menghubungkan ibu kota Kabupaten Nunukan dengan Kecamatan Krayan. Proses lelang penerbangan yang rumit membuat penerbangan ke wilayah Krayan sering macet total di awal tahun.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan