Tiang Pancang Tol Becakayu Ambruk, Ini Perintah Presiden

"Pembangunan kita ini kan tidak hanya di satu tempat. Banyak sekali tempat. Ada yang flyover, LRT, jalan tol layang, sehingga perlu pengawasan rutin ketat."

Selasa, 20 Feb 2018 12:17 WIB

Tiang pancang proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) roboh di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Yogyakarta-   Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Pekerjaan Umum memperketat pengawasan pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan menyusul ambruknya tiang tol Becakayu dini hari tadi.

Jokowi mengatakan  sudah bicara dengan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono. Menurut dia, evaluasi dan perbaikan pengawasan diperlukan mengingat banyaknya jumlah kecelakaan konstruksi yang terjadi beberapa waktu terakhir.

"Pembangunan kita ini kan tidak hanya di satu tempat. Banyak sekali tempat. Ada yang flyover, LRT, jalan tol layang, sehingga perlu pengawasan rutin ketat. Kita harapkan dengan pengawasan seperti itu, baik kelalaian, kesalahan dalam mendirikan komponennya betul terawasi," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa (20/2).

Pembangunan infrastruktur menurutnya bukan perkara sederhana. Ada banyak komponen yang harus diawasi secara rinci. Meskipun beberapa proyek dikebut untuk mengejar gelaran Asian Games bulan Agustus mendatang, namun Jokowi meminta pengawasan terhadap kualitasnya tetap diutamakan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Basuki Hadimuljono memerintahkan penghentian sementara seluruh proyek infrastruktur jalan di Indonesia. 

"Sekarang saya perintahkan semua berhenti. Dari LRT, tol, jembatan yang membutuhkan pekerjaan berat di atas semua kami hentikan. Tunggu audit oleh Komite Keselamatan Konstruksi," kata Basuki di Yogyakarta, Selasa (20/02/2018).

Menteri Basuki mengatakan penghentian pekerjaan tol dan jembatan dilakukan hingga audit Komite Keselamatan Konstruksi selesai. Basuki memastikan penghentian pekerjaan tidak akan berdampak pada molornya proyek infrastruktur termasuk Proyek Strategis Nasional.

Basuki juga merekomendasikan pembongkaran proyek yang terbukti salah desain.

"Nanti kalau sudah selesai baru boleh lanjut. Proyek di seluruh Indonesia. Saya rekomendasi ke menteri perhubungan kalau ada kesalahan desain ya semua harus dibongkar. Yang tidak runtuhpun harus dibongkar," tegasnya.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.