Penyerangan Gereja di Yogya, Polisi Cari Kaitan dengan Kasus Kekerasan Lain

"Polri sedang mendalami kasus perkasus. Kita ingin mengungkap sedalam-dalamnya termasuk motifnya apa, jaringannya kepada siapa."

Senin, 12 Feb 2018 10:27 WIB

Petugas kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus penyerangan di Gereja Katholik St. Lidwina, Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (11/2). (Sumber: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Yogyakarta-  Kepolisian dalami sejumlah peristiwa kekerasan terhadap tokoh agama. Juru bicara Polri, Setyo Wasisto mengatakan kepolisian akan mendalami kejadian penyerangan di gereja St. Lidwina, Dukuh Jambon Trihanggo Gamping, Sleman pada (11/02) pagi, dengan kejadian serangan lain di beberapa daerah seperti Tangerang, Jakarta dan Bogor

Setyo   belum bisa memastikan apakah aksi penyerangan itu berkaitan dengan agenda jelang pilkada.

“Ya Polri masih mendalami, kita belum bisa menyatakan apakah ini ada kaitannya dengan pilkada atau tidak, tapi yang pasti Polri sedang mendalami kasus perkasus. Kita ingin mengungkap sedalam-dalamnya termasuk motifnya apa, jaringannya kepada siapa. (Ini ada sangkut pautnya dengan aksi teror?) Masih kita dalami, kita belum bisa nyatakan apakah ini aksi teror atau ini kaitannya dengan pilkada,” ujar Setyo kepada KBR, Minggu (11/02/2018).

Setyo  meminta agar masyarakat tidak terpatik dengan adanya aksi tersebut dan tidak menyimpulkan sendiri yang mengakibatkan kegaduhan dimana-mana.

“Jadi kita perlu menyampaikan pada masyarakat bahwa masyarakat perlu memahami ini, karena ini masih kita dalami kita tidak bisa menyimpulkan kalau kita belum mendapatkan data lengkap dan bukti. Sementara ini penyidik juga sedang mendalami di-backup mabes polri, semua unsur inafis, laboratorium forensik semua yang diperlukan kita bantu.” Ujar Setyo.

Menurut Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Ari Dono  anggota intel telah diturunkan untuk mencari informasi lengkap ada tidaknya kaitan peristiwa penyerangan tersebut dengan aksi teror yang saat ini marak terjadi.

“Berdasarkan informasi yang ada nanti intelijen akan memberi masukan apakah akan ada peningkatan pengaman atau tidak, semua masih stabil.  Tapi pastinya untuk menyelidiki dan menganalisa apakah peristiwa ini aksi teror atau bukan kita lakukan penyelidikan dan turunkan densus,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua organisasi hak asasi manusia Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos menyebut penyerangan terhadap Gereja Santa Lidwina, Yogyakarta, merupakan serangan terhadap kebebasan beragama.  Bonar menduga peristiwa penyerangan itu ada kaitannya dengan penyerangan terhadap pemuka agama lain yang terjadi dua minggu belakangan.

"Kita mendua ini ada kaitannya dengan serangan sebelumnya kepada sejumlah tokoh agama, dan pelarangan biksu Budha di daerah Tangerang. Ini menunjukkan intoleransi, kurangnya penghargaan perbedaan keyakinan. Ini perlu disikapi serius oleh aparat keamanan," kata Bonar saat dihubungi KBR, Minggu (11/2).

Menurut dia, isu agama kerap digunakan kelompok-kelompok tertentu untuk mendapatkan keuntungan secara ekonomi, politik, maupun sosial. Pantauan Setara Institute sejak 2008, angka kasus kekerasan terhadap kebebasan beragama memang fluktuatif dari tahun ke tahun. Namun menurut Tigor, ada kecenderungan peningkatan terjadi ketika situasi politik tengah memanas.


Editor: Rony Sitanggang


Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Seberapa besar ketertarikan generasi milenial terhadap koperasi di Indonesia saat ini?