Gunakan Bahan Kimia Berbahaya, BPOM Gerebek 3 Pabrik dan Gudang Jamu

"Jadi kami ingin memberantas itu. Jadi kami lidik, kami turun, dan kami juga bersama-sama dengan Polsek dan Dinas Kesehatan."

Jumat, 09 Feb 2018 13:53 WIB

Petugas mengumpulkan bahan baku jamu berbahan kimia yang disita BB POM Semarang, di Desa Tunjung, Jatilawang, Banyumas, Jateng, Kamis (8/2). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Banyumas– Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Jawa Tengah  menggerebek tiga gudang pabrik jamu diduga illegal di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis  petang hingga malam (8/2/2018).  Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan tiga gudang itu digunakan untuk menyimpan jamu-jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berbahaya. Selain itu, pabrik yang memproduksi jamu tersebut tak memiliki izin produksi.
 
Dia menjelaskan, tiga gudang tersebut berada di Desa Tunjung Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Gudang tersebut dimiliki oleh seorang bernama BH.

Endang mengungkapkan, diduga BH memproduksi jamu ilegal di pabrik  yang mengandung BKO di rumah kosong. Sepintas lalu, gudang kosong itu tak tampak sebagai pabrik. Sedangkan pengemasan dilakukan di rumah yang tidak jauh dari pabrik.
 
Sejauh ini, kata Endang, BPOM mengidentifikasi terdapat tujuh jenis jamu yang diproduksi, mulai dari jamu pegel linu hingga jamu yang dijanjikan menghilangkan berbagai penyakit. Tetapi, lantaran menggunakan BKO jamu itu membahayakan dan merugikan konsumen.

“Jadi sebenarnya kami ingin memberantas obat ilegal, ya. Jadi obat itu termasuk obat tradisional dan kosmetik, dan lain-lain. Jadi kami ingin memberantas itu. Jadi kami lidik, kami turun, dan kami  juga bersama-sama dengan Polsek dan Dinas Kesehatan. (Pelanggarannya?) Memproduksi obat tradisional tanpa izin dan mengandung obat kimia,” kata Endang Pudjiwati, Jumat (9/2/2018).
 
Kepala BPOM Semarang, Endang udjiwati menerangkan, dari pabrik dan gudang jamu tersebut, BPOM Semarang menyita barang bukti berupa alat pencetak jamu, kemasan siap isi, bahan baku jamu, obat kimia dan jamu siap edar dengan perkiraan nilai mencapai Rp 250 juta lebih.
 
Endang menambahkan, BPOM juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pemberantasan obat illegal di masing-masing kabupaten/kota. Tim Satgas dibekali dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah. Penggerebekan ini, juga salah satu hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh tim satgas.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

RKUHP, Koalisi Kebebasan Pers Sangsi Audiensi dengan DPR Bawa Perubahan

  • BMKG : Kemarau di Aceh Berlanjut Hingga Maret
  • Israel Beli Minyak Ke ISIS
  • TC Tahap Dua TImnas, Milla Tak Panggil Evan Dan Ilham

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.