Demi Pilkada, Pemkot Bogor Terbitkan 12 Ribu Surat Pengganti e-KTP dengan QR Code

Surat keterangan e-KTP itu dilengkapi kode batang optik atau barcode sebagai pengamanan, agar tidak bisa dipalsukan atau digunakan untuk penggandaan data pemilih.

Kamis, 01 Feb 2018 16:22 WIB

Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dodi Ahdiyat menunjukkan contoh surat keterangan e-KTP dengan barcode QR code untuk pengamanan agar tidak mudah dipalsukan, di Bogor, Kamis (1/2/2018). (Foto: KBR/Alif Irwansyah)

KBR, Bogor - Pemerintah Kota Bogor Jawa Barat menerbitkan sebanyak 12 ribu surat keterangan KTP elektronik bagi warga agar bisa ikut menggunakan hak pilih pada Pilkada 2018. 

Surat keterangan KTP-elektronik itu hanya untuk yang sudah merekam data kependudukan, namun belum mendapat KTP fisik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor Dodi Ahdiyat mengatakan surat keterangan e-KTP itu dilengkapi kode optik cepat atau Quick Response (QR code) sebagai pengamanan, agar tidak bisa dipalsukan atau digunakan untuk penggandaan data pemilih.

QR code merupakan kode optik matriks dua dimensi berukuran segi empat, yang mengandung informasi tertentu. 

"Kita antisipasi dari surat keterangan, bagi yang belum punya KTP elektronik. Sehubungan akan menghadapi Pilwalkot, surat keterangan ini dimodifikasi khusus dengan dipasangi barcode. Jadi susah untuk dipalsukan," kata Dodi kepada KBR, Kamis (1/2/2018) pagi.


Warga mengantre untuk melakukan perekaman e-KTP di layanan mobile di Kota Bogor Jawa Barat. (Foto: KBR/Alif Irwansyah)

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor Dodi Ahdiyat menjelaskan, untuk mengecek keabsahan surat keterangan KTP elektronik sangat mudah. Jika barcode surat keterangan e-KTP dipindai menggunakan ponsel dengan aplikasi tertentu, maka layar ponsel akan menampilkan data diri pemilik asli surat keterangan e-KTP itu. 

"Setelah barcode dipindai, pasti akan muncul identitas diri yang bersangkutan. Tapi jika dipindai tidak muncul data atau muncul data orang lain, berarti surat keterangan e-KTP itu palsu," kata Dodi Ahdiyat.

KPU Kota Bogor memperkirakan ada 760 ribu warga terdaftar sebagai pemilih pada Pilkada 2018. Jumlah itu meningkat dibandingkan data pemilih pada Pilkada 2014 yang hanya 600 ribu orang. 

Pada Pilkada 2018, KPU Kota Bogor akan mengadakan 1.785 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di enam kecamatan. Jumlah penduduk Kota Bogor saat ini mencapai sekitar 1 juta jiwa.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Tragedi 65 sudah berusia lebih dari 50 tahun. Ingatan dan kesan akan peristiwa itu pun beragam .