Warga Rembang Tolak Pengaktifan Lapangan Tembak di Pasir Putih

Warga khawatir pengunaan pantai menjadi lapangan tembak dapat membahayakan warga sekitar.

Minggu, 19 Feb 2017 18:37 WIB

Pantai Pasir Putih yang akan dijadikan lapangan tembak. Foto: Musyafa/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang- Warga dan pemerintah Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menolak pengaktifan kembali lapangan tembak di Pantai Pasir Putih oleh Polres Rembang.

Tokoh Desa Tasikharjo, Khoirul Djofit beralasan, pantai sudah dikelola warga menjadi obyek wisata. Ia juga khawatir pengunaan pantai menjadi lapangan tembak dapat membahayakan warga sekitar.

“Jangan ada lapangan tembak lagi, kita ingin mengelola 100 % oleh desa kita sendiri. Pariwisata jangan diganggulah. Kalau ada lapangan tembak, dikhawatirkan di sini nelayan kan banyak. Seandainya ada peluru nyasar kan bahaya mas," jelasnya kepada KBR, Minggu (19/02).

Sementara itu, Perangkat Desa Tasikharjo, Joko Pramono menuturkan telah melayangkan surat tertulis yang berisi penolakan lapangan tembak ke Pemkab Rembang. Ia menyarankan Polres mencari lahan lain, semisal dengan meminjam lahan perhutani yang jauh dari perumahan warga.

"Surat penolakan disertai dengan bukti–bukti. Kebetulan pada tahun 2017 ini Pantai Pasir Putih mendapatkan bantuan untuk dermaga, pengelola dan perbaikan jalan. Kebetulan kami juga akan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satunya Pantai Pasir Putih masuk dalam BUMDes. Untuk lapangan tembak di sini, seumpama dibuatkan tembok tinggipun tetap mengkhawatirkan. Saat memakai laras panjang, peluru bisa sampai tengah. Kan ada nelayan," ungkap Joko.

Menanggapi itu, Kabag Operasional Polres Rembang, Yohan Setiajid mengatakan, pihaknya baru sebatas melakukan survei lapangan di lokasi Pantai Pasir Putih. Belum ada kepastian apakah akan menggunakan pantai sebagai lapangan tembak atau tidak. Polisi saat ini meminjam lahan di Desa Landoh, Kecamatan Sulang untuk digunakan sebagai lapangan tembak bersama TNI.


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.