Puluhan Rumah di Banjarnegara Rusak Diterjang Puting Beliung

BPBD Banjarnegara hanya mendistribusikan bantuan logistik untuk warga yang bekerja bakti memperbaiki rumah rusak. Sementara, bahan bangunan berasal dari masyarakat sendiri.

Selasa, 28 Feb 2017 14:45 WIB

Ilustrasi. (Foto: psda.jatengprov.go.id)


KBR, Banjarnegara – Cuaca ekstrem melanda Jawa Tengah bagian barat beberapa hari terakhir. Diantaranya angin puting beliung yang melanda Cilacap dan Banjarnegara, pada Senin (27/2/2017) sore hingga malam.

Di Kabupaten Banjarnegara, dilaporkan 37 rumah di Dusun Karangpucung Desa Wanadri Banjarnegara rusak akibat puting beliung.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arif Rachman mengatakan puting beliung terjadi pada Senin sore sekitar pukul 14.30 WIB dan merusak puluhan unit rumah.

Sehari kemudian, pada Selasa (28/2/2017), BPBD dan warga setempat mulai bekerja bakti memperbaiki rumah rusak. BPBD Banjarnegara hanya mendistribusikan bantuan logistik untuk warga yang bekerja bakti memperbaiki rumah rusak. Sementara, bahan bangunan berasal dari masyarakat sendiri.

"Puting beliung terjadi sore hari, sekitar pukul 14.30 WIB. Ada 37 rumah rusak. Ini karena kerusakan tidak terlalu berat, masyarakat (memperbaiki) secara swadaya dan kami pun tadi hanya membantu logistik untuk kerja bakti di sana. Kebetulan di sana ada Desa Tangguh Bencana yang sudah dibentuk," kata Arif Rachman, Selasa (28/2/2017).

Sementara di Cilacap, terjadi bencana banjir bandang dipicu hujan deras yang menyebabkan meluapnya drainase di Jalan Nasional wilayah Cilopadang. Akibatnya, pagar besi pembatas jebol dan air melimpas masuk ke ruang perawatan dan peralatan Puskesmas.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap wilayah Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan dampak banjir itu menyebabkan air bercampur lumpur masuk ke ruang UGD dan Ruang Perawatan Puskesmas 1 Majenang. Akibatnya, sejumlah pasien, termasuk seorang ibu pasca melahirkan yang tengah dirawat harus dievakuasi ke ruangan lain.

Para petugas Puseksmas dan warga membersihkan Puskesmas dan menyelamatkan alat-alat yang sempat terkena lumpur pada Senin malam.

"Air limpas dari jalan raya, ini sekarang sudah surut. Puskesmas Majenang 1 UGD-nya sempat kemasukan air, ketinggian sekitar 20 centimeter. Sekarang saya masih di ruangan IGD, sekarang sudah bersih. Iya, paling alat-alat. Sekarang alat-alat yang sempat terendam sudah bersih," kata Edi Sapto.

Edi menjelaskan, banjir bandang juga menyebabkan puluhan rumah di Dusun Ciguling Desa Cilopadang terdampak. Namun, lantaran hanya sesaat, kerugian akibat banjir bandang ini tak terlalu besar.

Sebelumnya, pada Minggu (26/2/2017) sore, bencana puting beliung juga terjadi di Somagede Banyumas. Data di BPBD Banyumas, sembilan rumah warga rusak akibat terjangan angin disertai hujan lebat yang terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan