Puluhan Orang Rimba Kena Campak, Dinkes Nyatakan Kejadian Luar Biasa

"Untuk penanganan yang cepat, kita memberdayakan puskesmas setempat. Untuk sementara, mereka yang sakit itu di puskesmas dulu ditampung, setelah itu sebagian dirujuk ke rumah sakit.”

Senin, 27 Feb 2017 21:06 WIB

Sebagian orang rimba yang masih dirawat di RS Hamba, akibat sakit campak. (Foto: KBR/Chandra)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Batanghari- Sebanyak  29 Orang Rimba dari wilayah Sungai Terab, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdoel  Madjid  Batoe. Orang Rimba yang sakit campak dalam dua pekan terakhir,  terdiri dari 17 anak-anak, dan 12 orang dewasa. Dinas kesehatan setempat menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, Elfi Yennie mengatakan sulitnya medan menyulitkan petugas untuk mengevakuasi Orang Rimba yang sakit dari dalam hutan. Ini diperparah  kondisi jalan akibat hujan yang sering turun dalam sepekan terakhir. Untuk mengevakuasi Orang Rimba yang sakit campak, Dinas Kesehatan setempat dibantu oleh ambulans dari Komunitas Konservasi Indonesia, KKI Warsi.

“Ini kan namanya sebuah kejadian yang luar biasa namanya. Tiba-tiba mendadak ada yang banyak gitu ya? Untuk penanganan yang cepat, kita memberdayakan puskesmas setempat. Untuk sementara, mereka yang sakit itu di puskesmas dulu ditampung, setelah itu sebagian dirujuk ke rumah sakit.” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Batanghari, Elfi Yennie, Senin (27/02).

Pemangku adat Orang Rimba Sungai Terab, Menti Ngelembo mengapresiasi pelayanan RSUD Hamba yang cukup baik saat merawat Orang Rimba yang sakit campak. Dia berharap,   pemerintah akan lebih memperhatikan  kesehatan Orang Rimba.

“Sebenarnya harapanku pada pemerintah itu, aku ada mendengar omongan kalau penyakit campak itu bisa diimunisasikan. Jadi, aku berharap pada pemerintah, kenapa orang dusun dapat imunisasi campak, tapi Orang Rimba tidak. Itulah harapanku pada pemerintah, bagaimana baiknya.” Harap Pemangku adat Orang Rimba Sungai Terab, Menti Ngelembo.

Pada 2015 lalu, 11 Orang Rimba di kelompok Sungai Terab ini meninggal secara beruntun karena rawan pangan. Hasil uji laboratorium lembaga biologi molekuler Eijkman pada 2016 menunjukkan, sebagian Orang  Rimba di kelompok ini juga positif hepatitis B dan malaria.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1