Memecah Belah, Ratusan Pendemo di Balikpapan Tuntut FPI Dibubarkan

“Sampai kapanpun jika aparat pemerintah tidak bisa membubarkan FPI, maka seluruh warga Balikpapan akan membubarkannya secara paksa."

Kamis, 02 Feb 2017 14:50 WIB

Ilustrasi (sumber: Medsos)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Balikpapan– Ratusan  warga Balikpapan, Kalimantan Timur berunjukrasa mendesak DPRD dan  Pemerintah Kota menolak kehadiran ormas-ormas yang kerap melakukan   kekerasan  seperti FPI. Koordinator Aksi Gabriel mengatakan, FPI tidak boleh ada di Kota Balikpapan karena akan memecah-belah persatuan dan kesatuan.

Kata dia,  Kota Balikpapan selama ini sudah dikenal daerah yang sangat kondusif. Mereka bukan hanya menolak kehadiran FPI di Kota Balikpapan tapi juga di Kalimantan. Karena selama ini FPI dikenal sebagai organisasi yang tidak memenuhi syarat cinta damai dan menjaga  daerah.

“Sampai kapanpun jika aparat pemerintah tidak bisa membubarkan FPI, maka seluruh  warga Balikpapan akan membubarkannya secara paksa. FPI selama ini tidak mengenal hukum, FPI selalu anarkis, FPI tidak pernah mengenal peraturan,” kata Gabriel dalam orasinya, Kamis (02/02).

Aksi tersebut merupakan kali yang ketiga dilakukan ratusan warga yang menolak kehadiran FPI di Kota Balikpapan. Sebelumnya di sejumlah daerah juga menolak kehadiran FPI di Kalimantan Timur maupun Kalimantan.

Sementara Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan Astani memastikan hingga kini FPI maupun Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) belum terdaftar di Pemerintah Kota. Saat ini Kesbangpol Kota Balikppan mencatat lebih dari 240 ormas telah terdaftar yang aktif maupun tidak.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.