Longsor Banyumas, Satu Dusun Terisolasi

Longsoran tanah menutup akses jalan menuju Dusun Takom sepanjang panjang 15 meter, lebar 10 meter dan ketebalan material mencapai 1-2 meter. Akibatnya, seluruh jenis kendaraan tak ada yang bisa melint

Senin, 20 Feb 2017 13:57 WIB

Ilustrasi longsoran tanah. (Foto: static.banyumaskab.go.id)


KBR, Banyumas – Ratusan warga di Dusun Takom Desa Babakan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terisolasi akibat bencana longsor.

Longsor terjadi pada Senin (20/2/2017) dinihari, ketika tebing setinggi 35 meter ambrol dan menutup jalan menuju dusun tersebut.

Komandan Taruna Tanggap Bencana Banyumas, Heriana Ady Chandra mengatakan longsor diperkirakan terjadi pukul 00.30 WIB. Longsoran tanah menutup akses jalan menuju Dusun Takom sepanjang panjang 15 meter, lebar 10 meter dan ketebalan material mencapai 1-2 meter. Akibatnya, seluruh jenis kendaraan tak ada yang bisa melintas.

Heriana menjelaskan, di Dusun Takom RT 01 dan 2 RW 05 terdapat 85 keluarga yang terdiri dari 265 jiwa.

Untuk keluar dari wilayah itu, warga setempat terpaksa melewati jalan setapak yang kondisinya curamm licin dan membahayakan.

Heriana mengatakan hari ini warga desa bersama Tagana Banyumas, BPBD, Koramil, Pramuka dan komunitas relawan lainnya berupaya membuka akses jalan menuju Dusun Takom dengan alat seadanya.

Diharapkan sore ini jalur menuju Dusun Takom bisa dilewati setidaknya oleh kendaraan roda dua.

"Ini, jalan tertutup longsoran dari tebing setinggi 50 meter. Ketebalan satu meter. Menutup satu grumbul (dusun). Ini masyarakat, Joramil, relawan termasuk relawan BPBD sedang berupaya membuka akses. Soalnya tertutup total. Tidak bisa dilewati sepeda motor maupun mobil. Itu ketinggian tebing lebih dari 50 meter, mungkin 75 meter. Tutupan (longsor) panjang 15 meter, lebar 10 meter dan ketebalan 1-2 meter," kata Heriana Ady Chandra, Senin (20/2/2017).

Baca juga:


Di Cilacap, Petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD Cilacap wilayah Majenang, Aziz Fauzi mengatakan hujan deras yang terjadi di Cilacap juga menyebabkan ancaman longsor. Saat ini mahkota retakan (puncak cekungan retakan tanah) di Dusun Jatiluhur Kecamatan Majenang bertambah dalam.

Saat ini telah terjadi penurunan tanah dengan lebar antara 40 centimeter hingga 1,2 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter.

Retakan di permukiman warga seluas 4 hektar juga terus bertambah. Muncul mata air dari retakan tanah di permukiman penduduk.

Hujan deras dilaporkan juga merendam tanaman padi di sejumlah wilayah, Antara laain di Desa Sidareja dan Gunungreja Kecamatan Sidareja, serta Wringinharjo Kecamatan Gandrungmangu.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok