Khawatir Antraks, Trenggalek Batasi Distribusi Ternak Sapi Kambing

Pemkab Trenggalek belum berani memastikan apakah kasus tersebut positif antraks atau tidak, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

Rabu, 22 Feb 2017 17:30 WIB

Petugas kesehatan hewan menyuntikkan antibiotik ke ternak kambing di kawasan yang diduga terpapar bakteri antraks di Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (21/2/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Trenggalek - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Jawa Timur meminta warga tidak melakukan transaksi sapi dan kambing dari luar daerah.

Permintaan itu ditujukan kepada warga terutama yang berada di zona rawan penyakit antraks. Penyakit antraks merupakan penyakit menular akut dari hewan ke manusia yang sangat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

Sebelumnya ditemukan kasus penyakit yang diduga antraks di wilayah Trenggalek.

Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Ririn Haristyani mengatakan, sterilisasi sapi dan kambing saat ini penting dilakukan untuk mencegah penyebaran kasus penyakit yang diduga antraks ke daerah lain maupun sebaliknya.

Selain itu, dengan pengetatan distribusi atau keberadaan hewan ternak akan mempermudah proses penanggulangan penyakit.

"Selama ini sudah tidak didatangkan sapi dari luar (daerah) juga. Jadi arahnya ke sterilisasi kawasan. Jadi, kami sudah imbau masyarakat seperti itu, tapi pelaksanaanya kami tidak tahu apakah masih terjadi lintas-lintas seperti itu atau tidak," ujarnya.

Sebelumnya kasus dugaan penyakit antraks pertama kali muncul di peternakan milik Toimin, di Trenggalek. Saat itu dua ekor sapi yang sakit disembelih. Ternyata, organ dalam sapi seperti limpa dan yang lain mengalami pembengkakan. Selain itu darah sapi berwarna hitam.

Pemilik sapi, Toimin, yang menyembelih sapi sakit itu juga mengalami luka bengkak pada jari tangan dan tak kunjung sembuh.

Pemkab Trenggalek belum berani memastikan apakah kasus tersebut positif antraks atau tidak, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Ririn Haristyani mengatakan khusus untuk peternakan milik Toimin yang ditemukan suspect kasus antraks saat ini telah dikosongkan. Toimin juga menghentikan sementara aktifitas jual beli hewan ternak sapi di wilayah Trenggalek maupun luar kota.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU

  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

Hukuman Mati Maladministrasi, LBH Masyarakat Desak Jaksa Agung Dicopot

  • Kembali Tertunda, Sri Mulyani Tak Khawatir Kehilangan Momentum Redenominasi
  • Rekrutan Anyar City Gagal Debut di Liga Inggris
  • CEO Amazon Geset Bill Gates sebagai Orang Terkaya di Dunia

Fasilitas KITE IKM diharapkan menjadi jawaban untuk mendorong industri kecil dan menengah untuk terus bergeliat meningkatkan ekspor di tanah air.