Kerugian Akibat Banjir Bandang di Bitung Capai 160 M

"Tim sedang mengkaji berapa banyak rumah warga yang rusak berat, ringan dan sedang.“

Kamis, 16 Feb 2017 16:57 WIB

Seorang warga berdiri di dalam rumahnya yang terdampak tanah longsor di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Senin (13/2). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Manado- Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Sulawesi Utara memperkirakan kerugian akibat banjir bandang yang melanda Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Minggu 12 Februari 2017 lalu,  mencapai Rp 160 Miliar. Banjir bandang dan longsor mengakibatkan sebanyak 932   rumah   rusak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Utara, Noldy Liow menjelaskan, sekarang ini sudah masuk pada tahap pemulihan.

“Memang saat ini tim sedang mengkaji berapa banyak rumah warga yang rusak berat, ringan dan sedang.“ Ujar Noldy Liow, Kamis (16/02).

Kata Liow, rumah warga yang rusak berat, ringan dan sedang akan diganti pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Kata dia, saat ini masih ada 90 keluarga atau 350 jiwa di kelurahan Tandurusa yang mengungsi di sekolah, masjid dan gereja akibat rumah mereka tertimbun pasir ataupun lumpur.

Pembersihannya Kata Liow,  terus dilakukan oleh tim relawan baik dari TNI, Polri, Masyarakat dan Pemerintah.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.