Kalah Lawan Petahana, Jagoan Pilbup Cilacap dari PDIP Legowo

Belum seluruh TPS melaporkan perolehan suaranya. Namun, dari data TPS yang sudah masuk sebesar 72 persen sudah menggambarkan keunggulan calon petahana yakni pasangan Tatto-Syamsul.

Kamis, 16 Feb 2017 11:17 WIB

Ilustrasi kotak suara Pilkada 2017. (Foto: ANTARA)


KBR, Cilacap – Calon wakil bupati Cilacap yang diusung PDI Perjuangan Faiqoh Subky menyatakan menerima dengan ikhlas dan legowo atas kekalahannya dalam pemilihan bupati Cilacap 2017.

Faiqoh Subky mendampingi calon bupati Taufik Nurhidayat dengan dukungan PDIP, PAN dan Nasdem. Mereka melawan calon bupati petahana Tatto Suwarto Pamuji yang berpasangan dengan Syamsul Aulia Rachman dengan pengusung dari koalisi Golkar, PAN dan Demokrat.

Taufik Nurhidayat sebelumnya pernah mengisi jabatan wakil bupati Cilacap yang kosong, setelah wakil bupati Tatto Suwarto naik ke posisi bupati menggantikan pejabat yang terkena kasus korupsi, pada 2010. 

Pasangan Taufik Nurhidayat-Faiqoh Subky tertinggal jauh dari pasangan Tatto-Syamsul.

Juru bicara kubu Faiqoh Subky, Fathul Amin Aziz mengatakan berdasar hitung nyata (real count) yang dilakukan internal timnya, pasangan nomor urut 1 Taufiq-Faiqoh memperoleh suara 28 persen.

Dari hitung cepat kubu Faiqoh, pasangan nomor urut 2 Tatto-Syamsul unggul telak dengan memperoleh dukungan 55,6 persen suara, dan calon nomor urut 3 Fran Lukman-Bambang memperoleh 16 persen suara.

Fathul Amin mengakui, belum seluruh TPS melaporkan perolehan suaranya. Namun, dari data TPS yang sudah masuk sebesar 72 persen sudah menggambarkan keunggulan calon petahana yakni pasangan Tatto-Syamsul.

Kubu Faiqoh Subky mengajak seluruh tim sukses dan relawan bersikap jantan dan mau mengakui kekalahan.

Fathul Amin mengatakan kekalahan adalah bentuk pendewasaan berpolitik dan berdemokrasi. Politik santun, menurut dia, perlu dikedepankan agar tercipta demokrasi yang bermartabat.

"Saya sudah sampaikan dari awal. Proses hari ini adalah yang terbaik, dalam pandangan kita, karena kita mencoba memilah dan memilih yang boleh dan tidak boleh (dilakukan/politik santun). Makanya, hari ini, Allah menunda, barangkali nanti kalau sudah final, karena saya tidak bisa mendahului KPU. Tetapi dari prediksi kita, sepertinya kemenangannya tertunda. Akan tetapi kita harus memiliki harapan yang lebih baik ke depan," kata Fathul Amin Aziz yang juga suami Faiqoh Subky, Rabu malam (15/2/2017).

Baca juga:


Calon wakil bupati Cilacap Faiqoh Subky mengajak seluruh tim sukses, relawan dan simpatisannya tidak mengendorkan semangat perjuangan. Menurut dia perjuangan bukan hanya dalam politik saja, melainkan bisa juga dilakukan di bidang lain. Antara lain, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

"Saya orang baru di politik. Saya masih perlu belajar. Bahwa perjuangan bisa dilakukan dimana saja dan dengan berbagai bentuk. Yang terpenting untuk kemaslahatan umat," kata Faiqoh.

Ia mengatakan kekalahan harus tetap disyukuri dan tidak menurunkan semangat tim sukses dan relawan. Apalagi, kata Faiqoh, dia masih sangat baru dalam dunia politik dan harus banyak belajar.

"Ini rahasia Tuhan. Mungkin Dia mau memberikan sesuatu yang lain di waktu depan. Mari kita hadapi dengan senyum," katanya.

Data hitung nyata (real count) lembaga survei Script Survey Indonesia (SSI) memperlihatkan perolehan suara pasangan nomor 1 Taufik-Faiqoh memperoleh 27,4 persen, pasangan nomor 2 Tatto-Syamsul memperoleh 56,39 persen suara, dan pasangan nomor 3 Fran-Bambang mendapatkan 16,21 Persen suara. Jumlah suara masuk mencapai 72 persen (2.342 TPS dari total 3217 TPS) di seluruh Cilacap.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan