Gelar Aksi di Kantor Aher, Mahasiswa Bandung Sebut FPI Ancaman Bagi Negara

Mereka menuntut pembubaran FPI karena ormas pimpinan Rizieq Shihab itu dianggap sebagai ancaman bagi negara, karena merusak semangat Bhineka Tunggal Ika dan keberagaman di Indonesia.

Rabu, 01 Feb 2017 16:19 WIB

Aksi mahasiswa dan pemuda tolak FPI di Bandung Jawa Barat, Rabu (1/2/2017). (Foto: Arie Nugraha/KBR)


KBR, Bandung - Puluhan mahasiswa dan pemuda di Bandung Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi menuntut pembubaran ormas FPI serta ormas lain yang anti-Pancasila.

Sambil mengibarkan bendera 'Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI' mereka menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Jl Diponegoro, Bandung.

Mereka menuntut pembubaran FPI karena ormas pimpinan Rizieq Shihab itu dianggap sebagai ancaman bagi negara, karena merusak semangat Bhineka Tunggal Ika dan keberagaman di Indonesia.

Presidium Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI, Ahmad Harizal mengatakan sudah seharusnya ormas yang tidak tunduk dan mengakui dasar dan asas negara segera dibubarkan.

"Kita ingin ideologi Pancasila tidak lagi diubah. Ideologi Pancasila sudah final, tidak ada lagi komunis di Indonesia, tidak ada lagi khilafah di Indonesia. Itu penekanannya. Sekarang ada ormas-ormas yang ingin menegakkan khilafah. Saya sebagai muslim bukan (menentang) tapi sebagian orang atau ormas ingin menegakkan khilafah, maka itu sama saja dengan memecah belah bangsa ini," kata Ahmad Harizal di Bandung, Rabu (1/2/2017).

Baca juga:

Ahmad Harizal menyebut FPI telah menodai Pancasila, juga sering melakukan tindakan meresahkan masyarakat seperti sweeping atau razia dan lain-lain.

Ahmad Harizal juga menyoroti petinggi FPI Rizieq Shihab yang mestinya menjadi contoh bagi masyarakat, ternyata menghina lambang negara.

"Seperti kasus dugaan perselingkuhan pimpinan ormas keagaamaan dengan salah seorang perempuan itu harus dituntaskan secara hukum agar masyarakat tidak menjadi resah," tambah Ahmad.

Para mahasiswa dan pemuda itu melakukan aksi jalan kaki dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dengan membawa spanduk bertuliskan penolakan FPI dan pengusutan kasus dugaan perselingkuhan pimpinan ormas keagamaan dengan seorang perempuan.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.