Cegas Penyebaran, Dinas Peternakan Jabar Kirim Belasan Ribu Vaksin Flu Unggas

"Jadi kita melakukan vaksinasi di luar ring dan di dalam ring kita coba melakukan depopulasi atau pemusnahan,"

Sabtu, 25 Feb 2017 13:00 WIB

Ilustrasi: Vaksinasi unggas. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Bandung- Dinas Peternakan Jawa Barat mengirimkan  15.000 vaksin flu unggas kepada Pemerintah Kabupaten Bandung guna mengantisipasi penyebaran virus varian H5N1. Sebelumnya  600 ekor itik mati mendadak di Kampung Lebakwangi, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang.

Menurut Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Dody Firman Nugraha, jumlah vaksin itu diberikan kepada ternak unggas yang berada di luar lokasi paparan virus H5N1 di Kampung Lebakwangi.

"Kan kita sudah membuat ring di daerah yang terkena wabah kemudian kita melakukan vaksinasi di luar ring. Kalau yang di dalam ring itu sudah jelas tidak mungkin, percuma divaksinasi. Jadi kita melakukan vaksinasi di luar ring dan di dalam ring kita coba melakukan depopulasi atau pemusnahan," kata Dodi Firman Nugraha kepada KBR, Jumat (24/2).

Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Dody Firman Nugraha mengatakan selain melakukan vaksinasi, otoritasnya melarang adanya itik yang keluar masuk dari lokasi terpapar virus. Alasannya kata Dodi, karena sudah dipastikan positif terjangkit virus flu unggas, kemungkinannya juga terjadi penambahan kematian itik.

"Data yang diperoleh saya sampai hari ini sudah ada 750 ekor itik mati dan itu bisa saja bertambah," ujar Dodi.

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung, Jawa Barat mengatakan masih memiliki 10.000 vaksin untuk unggas. Sebagian vaksin pada hari ini telah diberikan kepada unggas yang berada di luar lokasi paparan virus H5N1.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Mendes Akui Sudah Tahu Soal WTP Sebelum Diumumkan

  • Polisi Dalami Keterlibatan Oknum Anggotanya yang Diduga Terima Suap dari Uber
  • Fraksi PDIP Ganti Posisi Masinton di Pansus KPK
  • Susi bagikan 690 paket alat tangkap ikan ramah lingkungan