Bentrok Massa Pendukung Calon, Kantor KPU Intan Jaya Papua Rusak

Bentrok terjadi antara pendukung pasangan calon nomor 2 dan tiga. Bentrokan menyebabkan kerusakan di kantor KPU setempat.

Jumat, 24 Feb 2017 09:02 WIB

Massa di kantor KPUD Intan Jaya. (Foto: kpu-intanjayakab.go.id)


KBR, Jayapura – Bentrokan massa mewarnai rekapitulasi penghitungan suara pemilihan Bupati Intan Jaya, di KPU Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Bentrok terjadi antara pendukung pasangan calon nomor 2 dan tiga. Bentrokan menyebabkan kerusakan di kantor KPU setempat.

Kericuhan terjadi pada Kamis (23/3/2017) sore, ketika massa pendukung pasangan nomor urut 2 (Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme) meminta KPU melakukan penghitungan suara secepatnya.

Permintaan itu tidak dipenuhi KPU untuk melakukan rekapitulasi secara keseluruhan, karena dua distrik (kecamatan) yakni Distrik Wandai dan Agisiga belum selesai melakukan rekap penghitungan suara.

Baca juga:


Juru bicara Kepolisian Daerah Papua AM Kamal menyebutkan kericuhan terjadi ketika massa pendukung pasangan calon nomor 3 (Natalis Tabuni-Yan Kobogeyau) yang mencapai ratusan orang merangsek masuk ke KPU.

"Terjadi keributan karena kayaknya meminta rekapitulasi dilakukan secepat mungkin, sedangkan KPU ada 2 distrik yang belum rekapitulasi, masih pendataan. Sehingga kapolres dengan pihak TNI mengamankan Ketua KPU dan Panwas serta kedua kandidat yang ada didalam KPU untuk diamankan. (Kini) situasi sudah kembali kondusif," kata AM Kamal.

Pilkada di Kabupaten Intan Jaya diikuti oleh empat pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1, Bartolomius Mirip-Deni Miagoni, pasangan nomor urut 2, Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme, pasangan nomor urut 3 Natalis Tabuni-Yan Kobogeyau dan pasangan nomor urut 4 Thobiaz Zonggonau-Hermanus Miagoni.

Kepolisian Papua sebelumnya menetapkan Kabupaten Intan Jaya termasuk dalam kerawanan tingkat 2 dalam pilkada serentak 2017. Mabes Polri bahkan mengirim pasukan Brimob dari Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta sebagai bantuan pengamanan di daerah Intan Jaya.

Baca: Ini 22 Pasangan Calon Kepala Daerah Nonmuslim yang Diusung Partai Islam   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.