Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Kabupaten Kota di Sulut

“Diperkirakan kurang lebih ada 1000 rumah yang tergenang air yang disertai dengan lumpur. Dan itu tersebar di Remboken, Sonder Selatan dan Tondano Kabupaten Minahasa,”

Senin, 20 Feb 2017 21:28 WIB

Banjir bandang di Kecamatan sonder Kabupaten Minahasa. (Foto: KBR/Zulkifli)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Manado- Hujan lebat yang turun Minggu kemarin (19/2) menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah Wilayah di Sulawesi Utara. Kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Noldy Liow menjelaskan, bencana itu terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi.

“Diperkirakan kurang lebih ada 1000 rumah yang tergenang air yang disertai dengan lumpur. Dan itu tersebar di Remboken, Sonder Selatan dan Tondano Kabupaten Minahasa,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sulawesi Utara, Noldy Liow Senin ( 20/2 ).

Kata Liow, akibat banjir bandang  tersebut menerjang 3 Lokasi di Kabupaten Minahasa yaitu di Kecamatan Romboken ada 140 rumah, Kecamatan Tombulu ada ratusan rumah, dan di Kecamatan Tondano Selatan ada ratusan rumah.

Sedangkan  longsor  terjadi di Desa Leilem Kecamatan Sonder sehingga membuat jalan tersebut sempat terputus.

“Ada pengungsian di Desa Leleko Kabupaten Minahasa sebanyak 197 KK, tetapi hanya mengungsi di rumah keluarga mereka,” ujar Noldy Liow.

Kata Noldy, Banjir juga terjadi di Kota Manado yaitu Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken dan Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting. Sedangkan di Kota Tomohon banjir terjadi di Perum Atas Kelurahan Uliandano, Kecamatan Tomohon Selatan, dan di Kelurahan Wailan hingga Kelurahan Matani tiga serta di Kelurahan Tumatangtan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.