Banjir, Jalur Pantura Cirebon Macet

"Kendaraan dari arah Jawa Tengah ke Jakarta kita arahkan ke lajur sebelahnya. Agar penumpukan kendaraan cepat terurai,"

Kamis, 16 Feb 2017 13:05 WIB

Banjir di jalur Pantura Kanci Kabupaten Cirebon, menuju Jakarta. (Foto: KBR/Frans M.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR,  Cirebon- Banjir yang merendam 7 Kecamatan di  Kabupaten Cirebon, Jawa Barat berimbas kemacetan di Jalur Pantura Kanci. Kendaraan yang melintas di jalur ini, baik kendaraan kecil maupun besar harus mengurangi lajunya, karena jalanan terendam banjir setinggi 20 cm hingga 30 cm sepanjang 1 km.

Kemacetan sepanjang 2 km terjadi pada Rabu (15/02/2017) malam. Karena, saat itu hujan turun sangat deras dan sungai Cimanis meluap merendam 26 Desa yang ada di sekitarnya. Waka Polres Cirebon,  Bonifacius Surano mengatakan, kepadatan kendaraan terjadi di ruas jalan yang termasuk dalam Desa Astanamukti Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon hingga pintu keluar Tol Kanci.

"Dampak banjir semalam, hingga hari ini Pantura masih digenangi air setinggi 20 cm sampai 30 cm. Kendaraan yang melintas baik kecil maupun besar berjalan perlahan," katanya, Kamis (16/02/2017).

Untuk menghindari penumpukan kendaraan yang lebih parah, kepolisian memberlakukan contraflow bagi kendaraan yang melintas dari arah Timur ke Barat.

"Kendaraan dari arah Jawa Tengah ke Jakarta kita arahkan ke lajur sebelahnya. Agar penumpukan kendaraan cepat terurai," terangnya.

Jika banjir datang kembali dan lebih parah dari sebelumnya, ia dan jajarannya akan berkordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah, untuk mengarahkan kendaraan ke arah Jakarta masuk ke Tol Kanci.

"Untuk mengantisipasi terjadinya banjir serupa, kita berkordinasi dengan rekan kita di Jawa Tengah untuk mengarahkan kendaraan lewat tol Kanci," ungkapnya.

Rabu malam jakur yang sama sempat tidak bisa dilewati kendaraan kecil karena genangan air mencapai 50 cm.

"Tadi malam kendaraan kecil tidak bisa lewat sini, yang besar pun kesulitan karena airnya setinggi 50 cm, sepanjang 2 km," ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu