'Tak Ada Lagi Kijang di Cagar Alam Gunung Buthak Rembang'

Dahulu kawasan tersebut kaya akan flora dan fauna. Tapi sekarang hewan seperti kijang, semakin sulit dijumpai.

Senin, 27 Feb 2017 11:06 WIB

Pegiat lingkungan dan Dinas Lingkungan Hidup Rembang Jawa Tengah melakukan penanaman di Cagar Alam Gunung Buthak yang kini kualitasnya menurun. (Foto: Musyafa/KBR)


KBR, Rembang – Kawasan cagar alam Gunung Buthak di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tengah mengalami penurunan kualitas dan minim konservasi.

Seorang pegiat lingkungan dari Bina Lingkungan Alam Samudera (Biludra), Maemun Abdul Hanan mengatakan dahulu kawasan tersebut kaya akan flora dan fauna. Tapi sekarang hewan seperti kijang, semakin sulit dijumpai.

Jumlah tanaman juga merosot. Maemun mengatakan penilaian bagus tidaknya pengelolaan hutan lestari, salah satunya ditentukan melalui kondisi Gunung Buthak.

"Hal itu jadi titik krusial. Kalau tidak ditangani secara benar dan tepat, maka akan mempengaruhi merosotnya penilaian terhadap pengelolaan hutan dan kawasan lindung yang dipercayakan kepada Perhutani maupun BKSDA. Sebenarnya desa–desa sekitar, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), Karang Taruna dan pemerintah setempat siap menyambut kebijakan–kebijakan yang akan dibuat," kata Maemun Abdul Hanan kepada KBR, Minggu (26/2/2017).

Maemun menambahkan kawasan cagar alam Gunung Buthak sebetulnya layak menjadi wisata unggulan berbasis alam dan agrowisata. Lokasinya berada di ketinggian 679 meter di atas permukaan laut. Menurut Maemun, pengunjung dengan mudah menikmati keindahan alam dari atas ketinggian. Namun ia menyoroti kualitas yang menurun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Purwadi Samsi menuturkan pemerintah kabupaten menggandeng berbagai komunitas pecinta alam untuk melakukan penghijauan di Gunung Buthak. Mereka menanam lebih dari tiga ribu batang bibit buah–buahan.

Purwadi mengklaim akan memperkuat kerjasama dengan masyarakat, Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk pelestarian cagar alam Gunung Buthak.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!