2 Tukang Ojek Tewas Ditembak di Kabupaten Puncak Jaya

"Sakit hati atau apa kita belum tau persis. Makanya kita masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. "

Senin, 13 Feb 2017 20:42 WIB

Ilustrasi (sumber: Antara)


KBR, Jayapura- Dua orang tukang ojek ditembak sekaligus di Kampung Papagaru Sanoba, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 11.20 WIT pada Senin (13/2). Korban penembakan bermana  Adi Gading dan Nurhalim.

Juru Bicara Polda Papua, AM Kamal menyebutkan, kedua korban ditemukan di lokasi yang berdekatan.
Kepolisian   belum dapat menyimpulkan, apakah penembakan ini berkaitan dengan Pilkada Puncak Jaya yang diikuti oleh 3 pasangan.

"Sakit hati atau apa kita belum tau persis. Makanya kita masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Makanya tadi saksi yang melihat pertama, terus nanti dikaitkan dengan pernah atau tidak yang bersangkutan punya musuh atau orang yang tidak disukai oleh mereka-mereka ini. Tukang ojek bisa saja apakah dengan tukang ojek, penumpangnya, masyarakat lain, masih belum diketahui. Makanya kami masih melakukan pengejaran terhadap anggota BKO yang di sana," kata Juru Bicara Polda Papua, AM Kamal, Senin (13/02). 

Kabupaten Puncak Jaya merupakan daerah rawan dua yang diwaspadai oleh kepolisian setempat pada pilkada serentak 15 Februari 2017. Puncak Jaya juga merupakan daerah yang kierap terjadi gangguan kelompok bersenjata.

Informasi yang beredar saat ini, kelompok sipil bersenjata Puron Wenda, Yogor dan juga Enden Wanimbo telah turun gunung. Ada dugaan kelompok ini akan mengganggu   pilkada serentak.

Untuk penjagaan daerah Puncak Jaya Polda Papua telah menurunkan 120 pasukan Brimob Polda Jabar. Selain itu  ada juga 30-an personil Brimob Kelapa Dua dan juga Brimob Polda Papua.  Tak hanya kepolisian saja, penjagaan daerah ini juga mendapat bantuan TNI.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR untuk Tentukan Perppu Ormas

  • Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Sikapi Penolakan Gatot
  • Presiden Belum Izinkan Gatot ke AS
  • Penghargaan FIFA, Tahunnya Real Madrid