Terlibat Rusuh di Lapas Aceh, Puluhan Napi Dipindah ke Sumatera Utara

"Kita saling mem-backup dan mendukung, ini perintah dari Jakarta. Jadi harus kita terima," tutur Hermawan.

Rabu, 31 Jan 2018 15:45 WIB

Aparat gabungan TNI Polri mengamankan sejumlah napi pasca kerusuhan Lapas Kelas II A Banda Aceh, Kamis (4/1/2018). (Foto: ANTARA/Ampelsa)

KBR, Medan - Sebanyak 58 narapidana asal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Lambaro, Banda Aceh, dipindahkan ke Sumatera Utara. Seluruh tahanan itu dipindahkan karena terlibat kerusuhan di Lapas Lambaro, beberapa waktu lalu.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Sumatera Utara, Hermawan Yunianto mengatakan awalnya seluruh napi dipindahkan ke Lapas Tanjung Gusta Medan. Namun, setelah itu napi dipindahkan lagi guna mencegah terulangnya peristiwa kerusuhan di Lambaro.

"Kalau disatukan lagi, berisiko juga lah untuk keamanan. Ditambah sudah tidak ada kamar lagi untuk menampung mereka sampai 58 orang itu. Apa lagi, sudah overcapacity seperti ini," kata Hermawan, Rabu (31/1/2018). 

Kerusuhan di Lapas Kelas IIA Banda Aceh, terjadi Kamis (4/1/2018). Kerusuhan itu diwarnai pembakaran lima ruangan, hingga hangus terbakar. 

Sekitar seribu aparat gabungan Polri-TNI dikerahkan untuk mengatasi kerusuhan tersebut. Tujuh mobil pemadam kebakaran juga dilibatkan untuk memadamkan api yang menghanguskan lima ruang lapas. 

Lapas Kelas IIA Banda Aceh dihuni sekitar 500 narapidana. Aparat menahan ratusan napi, serta menangkap seorang yang diduga dalang kerusuhan.

Baca juga:

Seluruh napi itu kemudian disebar ke beberapa Lapas dan Rutan di Sumatera Utara. Di antaranya ke Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Labuhanbatu, Pematang Siantar, Pematang Raya, Tapanuli Utara, Tanjungbalai dan Humbang Hasundutan.

"Penempatan dilakukan secara relatif jumlahnya, di masing-masing UPT. Sesuai dengan UPT yang diisikan mereka," kata Hermawan Yunianto.

Meski rutan dan lapas di Sumatera Utara sudah kelebihan kapasitas, Kanwil Kemenkum HAM Sumut siap menampung 58 napi tersebut.

"Kita saling mem-backup dan mendukung, ini perintah dari Jakarta. Jadi harus kita terima," tutur Hermawan.

Sebanyak 58 napi itu diboyong dari Banda‎ Aceh ke Medan, dengan menumpang tiga mobil tahanan milik Polresta Banda Aceh dan satu unit mobil tahanan Polres Pidie. 

Puluhan itu ikut serta mendukung Gunawan yang merupakan aktor kerusuhan di Lapas Lambaro pada 4 Januari 2018 lalu. Mereka merupakan napi atas kasus narkoba dengan masa tahanan yang berbeda-beda.

Saat ini, situasi pasca kerusuhan di Lapas Lambaro Banda Aceh sudah membaik. Sejumlah ruangan yang dirusak dan dibakar telah diperbaiki.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Polda Minta Novel Kooperatif

  • Novel Tunggu Masukan KPK Soal Pemeriksaan Ulang
  • Polda Jatim Tutup 400 Akun Anonim
  • Kalah, Arsenal Tetap Melaju Ke Babak 16 Besar Liga Europa

Garut adalah salah satu daerah sentra produksi jeruk di Jawa Barat. Jeruk Garut telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut.