Pilkada Jabar 2018: Seluruh Pasangan Pendaftar Lolos Tes Kesehatan

Selain menyerahkan hasil tes kesehatan, KPU juga menyampaikan hasil verifikasi berkas persyaratan administrasi pendaftaran, dimana tidak ada pasangan calon yang lengkap persyaratan administri.

Rabu, 17 Jan 2018 21:10 WIB

KPU Jawa Barat menyerahkan hasil tes kesehatan dan verifikasi administrasi kepada tim sukses empat pasangan pendaftar Pilkada 2018 di Bandung, Rabu (17/1/2018). (Foto: KBR/Arie Nugraha)

KBR, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan seluruh pasangan yang mendaftar sebagai peserta pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 memenuhi persyaratan kesehatan.

KPU Jawa Barat juga menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan terhadap empat pasangan yang mendaftar maju sebagai peserta Pilkada Jawa Barat 2018, pada Rabu (17/1/2018). 

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan selain menyerahkan hasil tes kesehatan, KPU juga menyampaikan hasil sementara verifikasi berkas persyaratan administrasi pendaftaran, dimana tidak ada pasangan calon yang lengkap persyaratan administrasi.

"Ada yang SKCK nya belum asli, LKPHN nya perlu yang terbaru atau kemudian yang terkait dengan tim kampanye dan dana awal kampanyenya belum disertakan. Jadi macam-macam variasi yang belum lengkap," kata Yayat Hidayat di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Rabu (17/1/2018).

Ada empat pasangan calon yang mendaftar untuk menjadi peserta pemilihan gubernur Jawa Barat 2018. Pasangan itu antara lain Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Sudrajat-Saikhu, Ridwan Kamil-Uu Ruznahul Ulum serta pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan.

Yayat Hidayat mengatakan KPU memberi waktu kepada empat pasangan itu selama tiga hari mendatang guna memperbaiki berkas persyaratan administrasi. Jadwal perbaikan kelengkapan berkas ditetapkan mulai 18-20 Januari 2018.

Sebagian besar kelengkapan persyaratan administrasi calon itu adalah surat keterangan yang berhubungan dengan pihak ketiga seperti kantor pajak, sekolah atau perguruan tinggi serta kejaksaan atau pengadilan. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.