NTB: Secara Defacto, Gunung Rinjani Sudah Jadi Global Geopark

Tanda-tanda Rinjani bakal menjadi Global Geopark terlihat setelah Provinsi NTB ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan Asia Fasific Geopark Network Symposium pada 2019.

Kamis, 11 Jan 2018 14:43 WIB

Puncak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Timur. (Foto: bpmpd.ntbprov.go.id/Publik Domain)

KBR, Mataram - Gunung Rinjani yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini merupakan salah satu kandidat kuat untuk ditetapkan sebagai Global Geopark atau Taman Bumi Global oleh UNESCO. 

Jika Gunung Rinjani ditetapkan sebagai Taman Bumi Global, maka salah satu dampak yang akan muncul dari status ini adalah kegiatan konservasi di Gunung Rinjani akan semakin serius. Pemerintah akan dipaksa untuk melakukan konservasi untuk menjaga segala kekayaan alam Rinjani.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB Ridwan Syah mengatakan sesungguhnya secara defacto Gunung Rinjani sudah masuk dalam Global Geopark UNESCO. 

Namun pengumuman resminya dikeluarkan pada April 2018 nanti, sedangkan penyerahan piagam Geopark dilaksanakan di Italia pada September 2018.

"Geopark itu yang utama kan fungsi konservasi, fungsi edukasi dan fungsi pengembangan masyarakat. Menjadi anggota UNESCO itu tidak mudah. Itu akan 'memaksa' pemerintah daerah dan pemerintah pusat melakukan tindakan-tindakan konservasi," kata Ridwan Syah, Kamis (11/1/2018).

Ridwan Syah mengatakan, tanda-tanda Gunung Rinjani bakal menjadi Global Geopark terlihat setelah Provinsi NTB ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan Asia Fasific Geopark Network Symposium atau pertemuan seluruh anggota Geopark se-Asia Fasific pada 2019. 

Provinsi NTB juga sudah menyelesaikan semua rekomendasi dan catatan sebagai syarat penetapan Global Geopark. Upaya menjadikan Gunung Rinjani sebagai Global Geopark berlangsung bertahun-tahun, sejak Gunung Rinjani ditetapkan sebagai taman bumi nasional (National Park) pada 2013 lalu.

Baca juga:

Selain berdampak pada semakin membaiknya kegiatan konservasi, status Global Geopark juga berdampak besar pada promosi gratis. 

Ridwan mengatakan jika Gunung Rinjani berstatus Taman Bumi Global, maka status itu akan menjadi media promosi merek (branding) yang baik sebagai destinasi wisata dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. 

Gunung Rinjani (ketinggian 3,726 meter di atas permukaan laut) saat ini didatangi puluhan ribu pendaki setiap tahunnya dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Rinjani. 

Salah satu lokasi wisata terkenal di Gunung Rinjani adalah Danau Segara Anak seluas 11 kilometer persegi dengan kedalaman antara 190 hingga 230 meter. 

Rinjani merupakan gunung api kedua tertinggi di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Sumatera Utara (ketinggian 3,805 meter di atas permukaan laut). 

Gunung Rinjani memiliki anak gunung api aktif yaitu Gunung Baru Jari, yang meletus antara lain pada 31 Oktober 2015 dan 27 September 2016 lalu. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.