Korban Hannien Tour Terus Mendatangi Posko Pengaduan di Polresta Solo

Hingga saat ini Posko Pengaduan Korban Hannien Tour di Polresta Solo sudah mencatat sekitar 494 orang yang mengaku menjadi korban penipuan.

Jumat, 05 Jan 2018 10:19 WIB

Posko pengaduan korban Hannien Tour di Polresta Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/1/2018). (Foto: KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo - Markas Kepolisian Resort Kota Solo Jawa Tengah membuka posko pengaduan bagi korban dugaan penipuan biro umrah dan haji Hannien Tour. 

Biro perjalanan umrah Hannien Tour tengah dibelit masalah karena diduga menelantarkan sekitar 1.800 calon jemaah umrah. Perusahaan itu telah dikenai sanksi Kementerian Agama dengan pencabutan izin operasional perjalanan haji dan umrah.

Kepala Satreskrim Polresta Solo Agus Puryadi mengatakan setiap hari rata-rata ada lima hingga 10 orang melapor ke posko pengaduan tersebut dengan membawa berbagai dokumen barang bukti. Para pelapor berasal dari berbagai daerah, termasuk dari Solo dan sekitarnya.

"Ada korban Hannien Tour dari Madiun, Pacitan, Ngawi, Solo, Semarang, dan sebagainya. Kami berharap masyarakat yang menjadi korban berani dan segera melapor," kata Agus Puryadi, Jumat (5/1/2018).

Baca juga:

Hingga saat ini Posko Pengaduan Hannien Tour di Polresta Solo sudah mencatat sekitar 494 orang yang mengaku menjadi korban penipuan.

Posko pengaduan berada di dalam kompleks gedung Satreskrim Polresta Solo. Ruangan sengaja dibuat tertutup dengan akses terbatas, agar para korban merasa nyaman dan tidak khawatir terekspos media.

Data yang dimiliki Polresta Solo menyebutkan, korban Hannien Tour mencapai 1.800 orang dari 10 kantor cabang biro umrah dan haji. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp38 miliar.

Dugaan sementara, kegiatan itu menggunakan modus promo subsidi 20 persen biaya umrah, di bawah standar biaya umrah di pasaran. Rata-rata korban sudah membayar Rp18-Rp20 juta ke Hannien Tour.

Biro perjalanan umrah Hannien Tour dikelola PT Biro Perjalanan Wisata Al-Utsmaniyah. Perusahaan itu berkantor di Ruko Cibinong City, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. 

Ini merupakan kasus dugaan penipuan jemaah umrah kedua yang muncul di masyarakat selama 2017, setelah sebelumnya dilakukan PT First Travel. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

PPATK: Bank Daerah Rawan Digunakan Buat Kepentingan Pilkada

  • Cakupan Imunisasi Campak di Asmat 2017 Hanya 17 Persen
  • Faktor Geografis Jadi Kendali Besar Penanganan Wabah Campak di Asmat
  • Pengganti Sanchez Segera Merapat ke Arsenal

Lewat olahraga kita bisa menyuarakan sesuatu dan bahkan menggalang dana