Kebun Binatang Surabaya: Bekantan Lepas karena Kalah Persaingan Teritori

Seekor bekantan itu sempat kabur dari KBS, pada Selasa (16/1/2018) sore, dan membuat warga kaget, terutama yang berada di sekitar jalan Ciliwung, Surabaya.

Selasa, 16 Jan 2018 21:53 WIB

Beberapa ekor bekantan bergerombol di Kebun Binatang Surabaya Jawa Timur. (Foto: KBS)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Surabaya - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) akhirnya berhasil menggiring masuk kembali seekor bekantan (Nasalis larvatus) yang sempat lepas dari lingkungannya (exhibit) di Pulau Bekantan, KBS. 

Juru bicara PDTS KBS, Laily Widya Arishandi mengatakan bekantan itu dikembalikan ke tempatnya dengan cara digiring. 

"Memang sempat keluar area KBS, namun tim KBS langsung sigap mengembalikan bekantan itu kembali ke exhibit. Exhibit Bekantan yang berada di Pulau Bekantan didesain dengan model open range," kata Laily dalam rilis yang diterima KBR, Selasa (16/1/2018).

Juru bicara PDTS KBS Laily Arishandi mengatakan model open range (kebun binatang terbuka tanpa sangkar) memungkinkan bekantan lepas dari area KBS. Hal ini karena perilaku bekantan yang berkelompok dan berpindah dari pohon satu ke lainnya. Menurut Laily, bekantan itu terpisah karena kalah kompetisi atau persaingan teritori.

"Dalam kelopok bekantan kerap terjadi persaingan teritori, tetapi terpisahnya ini hanya berada di area Pulau Bekantan," kata Laily.

Seekor bekantan itu sempat kabur dari KBS, pada Selasa (16/1/2018) sore, dan membuat warga kaget, terutama yang berada di sekitar jalan Ciliwung, Surabaya.

"Tadi binatang itu sempat duduk-duduk di atas sana lama sekali, tapi terus kabur lagi," kata Dimas warga Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo Surabaya.


Seorang warga menunjukkan tempat yang pernah disinggahi bekantan yang lepas dari KBS, Surabaya, Selasa (16/1/2018) sore. (Foto: KBR/Budi Prasetiyo)


Beberapa petugas gabungan Linmas Pemkot Surabaya dam petugas KBS sempat mengejar satwa yang kerap disebut monyet belanda itu. Beberapa membawa alat bius. 

Saat ini populasi satwa bekantan di KBS mencapai 50 ekor. Bekantan merupakan satwa endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di Pulau Kalimantan. 

Spesies berhidung bulat panjang ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 30 ekor.

Lembaga konservasi International Union for the Conservation of Nature (IUCN) menempatkan bekantan sebagai spesies langka. Satwa ini juga masuk daftar Appendix I atau spesies yang terancam punah, dalam daftar yang dikeluarkan the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.