Isu Mahar Politik Pilkada Cirebon, Panwaslu Telusuri Seseorang Berinisial 'A'

"Katanya si A ini orang Bandung. Oleh karena itu, akan kita telusuri lebih intensif lagi, mencari informasi yang lebih valid. Perannya sebagai apa juga belum tahu," ujarnya.

Selasa, 16 Jan 2018 21:39 WIB

Ketua DPD PKS Kota Cirebon Jawa Barat H Karso ketika menghadiri panggilan Panwaslu Cirebon, Selasa (16/1/2018). (Foto: KBR/Frans Mokalu)

KBR, Cirebon - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) Kota Cirebon Jawa Barat terus memeriksa sejumlah pihak terkait kabar adanya permintaan mahar politik dalam pendaftaran bakal calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cirebon 2018.

Setelah memeriksa Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Cirebon, giliran Gakkumdu hari Selasa (16/1/2018) memeriksa Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso. 

Pemeriksaan berlangsung sekitar 30 menit, dari pukul 11.00 WIB hingga 11.30 WIB. Pemeriksaan dilakukan Sentra Gakkumdu yang diwakili Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kepolisian dan Kejaksaan Cirebon. 

Ketua Panwaslu Kota Cirebon Susilo Waluyo mengatakan pengurus PKS mendapat 24 pertanyaan. Dalam pemeriksaan itu, Panwas mengkonfirmasi kabar seseorang berinisial A yang diduga kuat terlibat mahar politik.

"Dari kesimpulan beliau, sampai bergabung dengan tim pemenangan ternyata tidak tahu persis adanya mahar politik. Beliau memang menyebutkan nama A, tapi tidak tahu A itu siapa. Apakah Agus atau Asep. Beliau juga tidak tahu apakah A itu dari kader PKS atau oknum lain," kata Susilo Waluyo, di Cirebon, Selasa (16/1/2018).

Baca juga:

Susilo mengatakan Sentra Gakkumdu akan menelusuri lebih dalam keterlibatan A dalam mahar politik termasuk peranannya.

"Katanya si A ini orang Bandung. Oleh karena itu, akan kita telusuri lebih intensif lagi, mencari informasi yang lebih valid. Perannya sebagai apa juga belum tahu," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pengurus PKS itu, kata Susilo, Sentra Gakkumdu Kota Cirebon akan bergerak cepat dengan memanggil seseorang berinisial A dalam satu atau dua hari ke depan.

"Hari ini akan kita layangkan suratnya. Akan dipanggil untuk hari Rabu atau Kamis," katanya.

Sejauh ini, kata Susilo, hanya satu orang yang diduga kuat terlibat mahar politik. Namun Gakkumdu akan terus memeriksa lebih dalam lagi agar kasus ini benar-benar terungkap dan pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Sampai saat ini belum ada yang lain. Dari yang berkembang ini hasilnya sementara baru si A ini," katanya.

Sementara, H Karso membantah adanya praktik mahar politik di partai yang dipimpinnya.

"Tidak ada mahar politik dalam PKS. Saya juga tidak tahu soal itu, prosesnya pun saya tidak tahu," kata Karso.

Karso juga mengaku tidak kenal seseorang berinisial A tersebut. Menurut Karso, informasi itu didapat Panwaslu dari media sosial, dan Gakkumdu hanya mengkonfirmasi kepada dirinya.

"Jadi Panwaslu mendapat informasi di Facebook ada nama A yang terlibat. Dari rujukan di media sosial itu Gakkumdu menanyakan pada saya," tuturnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang