Hujan Deras Lima Jam, Tujuh Desa Trenggalek Terendam Banjir

Saat ini kondisi banjir telah berangsur-angsur surut. Air mulai berkurang sejak pukul 3.00 WIB Selasa dini hari. Sebagian warga juga mulai membersihkan rumah-rumah mereka dari kotoran banjir.

Selasa, 09 Jan 2018 10:35 WIB

Tim SAR menyisir rumah warga yang kebajiran di Trenggalek, Senin (8/1/2018). (Foto: Basarnas Trenggalek)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Trenggalek - Hujan deras yang terjadi selama lima jam mengakibatkan tujuh desa dan kelurahan di Kabupaten Trenggalek terendam banjir. 

Tim SAR gabungan Trenggalek sempat mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak genangan banjir. Ketinggian air ada yang mencapai lebih dari satu meter.

Banjir terjadi pada Senin sore hingga malam di tiga kecamatan. Di Kecamatan Trenggalek, banjir melanda empat desa yaitu Karangsoko, Sambirejo, Kelutan dan Kelurahan Tamanan. Sedangkan di Kecamatan Karangan ada dua desa yaitu Salamrejo dan Sumberingin, serta satu desa yaitu Desa Ngadirenggo di Kecamatan Pogalan.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan banjir tersebut dipicu hujan deras yang terjadi di wilayah hulu di Kecamatan Bendungan dan Kecamatan Tugu. Sejumlah sungai yang melintas di wilayah itu tidak mampu menampung debit air hujan. 

"Kalau yang terjadi spot-spot seperti itu, karena di Trenggalek ini sumber banjir atau airnya dari Kecamatan Bendungan, Tugu dan Kecamatan Kampak. Kalau dua saja yang mengalami hujan deras, sungai kita tidak bisa menampung," kata Emil Dardak.

Banjir juga sempat menggenangi sejumlah ruas jalan nasional, sehingga arus kendaraan harus dialihkan. 

Saat ini kondisi banjir telah berangsur-angsur surut. Air mulai berkurang sejak pukul 3.00 WIB Selasa dini hari.  Sebagian warga juga mulai membersihkan rumah-rumah mereka dari kotoran banjir. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.