Hampir Dua Jam, Mbah Maimun Zubair 'Ceramahi' Pasangan Ganjar Pranowo-Gus Yasin

"Pembangunan yang ada di tengah–tengah belum selesai, harus ditamatkan sampai dua periode. Mana yang kurang baik, ya disempurnakan," kata Mbah Moen.

Rabu, 10 Jan 2018 11:25 WIB

Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair bersama bakal calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rembang, Selasa (9/1/2018). (Foto: KBR/R2B/Musyafa)

KBR, Rembang - Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KH Maimun Zubair 'menceramahi' pasangan bakal calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, pada Selasa malam, 9 Januari 2018 kemarin. 

Pasangan Ganjar-Yasin telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 ke KPU Jawa Tengah di Semarang, pada Selasa siang. Usai pendaftaran, Ganjar-Yasin menuju Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, pondok yang diasuh Kiai Maimun. 

Ganjar dan Kiai Maimun ngobrol hingga larut malam. Hampir dua jam Kiai Maimun menceramahi pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP tersebut. Ganjar Pranowo mendapat pesan–pesan kebangsaan dari Kiai Maimun Zubair. 

Kiai Maimoen juga menyarankan agar Ganjar menghindari kampanye hitam dan fitnah untuk menjatuhkan lawan. Selain itu, terkait berita palsu atau hoaks, harus dilawan dengan berani menjelaskan. 

Mbah Mun menginginkan persaingan berlangsung secara sportif dan lebih mengedepankan adu gagasan membangun Jawa Tengah.

Baca juga:

Usai pertemuan, kepada wartawan, Kiai Maimun Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen menjelaskan alasan mengapa ia merestui anaknya yang ketujuh, yaitu Gus Yasin (34 tahun) ikut pilkada berpasangan dengan Ganjar Pranowo (49 tahun). Padahal, sebelumnya Taj Yasin juga didekati bakal calon lain yaitu Sudirman Said yang diusung Partai Gerindra.

Mbah Moen mengatakan ia mempertimbangkan Taj Yasin yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah lebih dekat dengan Ganjar Pranowo yang merupakan pejabat petahana Gubernur Jawa Tengah. 

Menurut Mbah Moen, Ganjar saat ini merupakan pemimpin Jawa Tengah dan sudah semestinya umat taat dengan pimpinan. Apalagi ia menilai kepemimpinan Ganjar Pranowo layak dilanjutkan menjadi dua periode.

"Harus ada nasionalis dan religius. Kalau pemimpin partai memerintah, Pak Ganjar menginginkan, kami ya sami’ na waatho’ na, mendengar dan patuh. Pemerintahan sekarang harus diteruskan, biar ada kelanjutan," kata Mbah Moen.

Namun Mbah Moen enggan mengungkapkan apakah ia menjalin komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri, sebagai penentu pasangan tersebut.

"Ini bukan karena anak saya. Kalau Yasin itu kan hanya pendamping. Dia lebih dekat dengan Pak Ganjar. Pembangunan yang ada di tengah–tengah belum selesai, harus ditamatkan sampai dua periode. Mana yang kurang baik, ya disempurnakan," kata Mbah Moen.

Usai pertemuan, Ganjar Pranowo mengatakan kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus meminta doa. Ia juga mengucapkan selamat kepada deklarasi pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah sebagai bakal calon peserta Pilkada Jawa Tengah, yang diusung Gerindra dan PKB. Ganjar berharap pasangan itu lekas mendaftar.

Ganjar juga tidak khawatir suara warga Nahdlatul Ulama terpecah, meskipun PKB mendukung pasangan Sudirman-Ida. 

"Setiap warga negara dari organisasi apapun memiliki independensi untuk memilih. Biasanya dipengaruhi pula oleh organisasi induknya. Biarlah masing–masing organisasi bekerja untuk itu. Yang namanya demokrasi, bisa solid sampai 100 persen itu impossible. Saya malah lebih senang apabila ada 12 pasang calon, biar banyak keterwakilannya, pilihannya lebih banyak," kata Ganjar.

Pilkada Jawa Tengah kemungkinan besar hanya diikuti dua pasangan calon. Ganjar Pranowo dan Taj Yasin mendapatkan dukungan dari koalisi PDI Perjuangan, PPP, Demokrat, Nasdem dan menyusul partai Golkar. 

Pasangan lain, Sudirman Said & Ida Fauziah dijagokan oleh koalisi Gerindra, PKS, PAN dan PKB.

Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menjadi pasangan pertama yang mendaftar menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Anggota KPU Jawa Tengah Muslim Aisha mengatakan semua persyaratan dari pasangan Ganjar-Yasin sudah lengkap, baik dari dokumen calon maupun dari syarat partai pendukung.

"Semua sudah lengkap. Kalau tidak lengkap kan posisinya tidak kita keluarkan tadi," kata Muslim, Selasa (9/1/2018).

Untuk selanjutanya KPU Jawa Tengah akan melakukan proses verifikasi terhadap pasangan yang sudah mendaftar.

"Salah satunya nanti dimulai dari pemeriksaan kesehatan calon," kata Muslim. Tambahnya.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.