Embung Air Bantuan PT Semen Indonesia di Rembang Telan 2 Korban Jiwa

pada 27 Januari, dua orang pemuda Desa Tegaldowo juga meninggal di embung tersebut, setelah berusaha menolong rekannya yang tenggelam.

Senin, 29 Jan 2018 15:36 WIB

Warga memadati embung Tegaldowo bantuan PT Semen Indonesia yang menelan korban jiwa di Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah, Senin (29/1/2018). (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang - Kepolisian Sektor Gunem, Rembang, Jawa Tengah menerjunkan anggotanya ke Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, setelah menerima informasi ada puluhan warga berencana membongkar Embung Tegaldowo, pada Senin (29/1/2018).

Warga berencana membongkar danau buatan tempat menampung air hujan itu, setelah embung berlapis kain terpal itu menelan dua korban jiwa. Embung itu merupakan infrastruktur bantuan dari PT Semen Indonesia.

Setelah anggota polisi tiba di lokasi, ternyata warga hanya ingin menguras seluruh air embung dan mencopoti kain terpal, yang mengitari daerah cekungan embung. Kain terpal itu dianggap sangat licin, sehingga ketika ada korban tercebur, sulit menyelamatkan diri. Ibu dari korban yang meninggal juga sempat ingin bunuh diri di embung tersebut, namun berhasil dicegah masyarakat sekitar.

Pada Oktober 2017 lalu, seorang anak berumur 13 tahun tewas tenggelam, saat memancing ikan di embung tersebut. Selanjutnya, pada 27 Januari, dua orang pemuda Desa Tegaldowo juga meninggal di embung tersebut, setelah berusaha menolong rekannya yang tenggelam.

Kapolsek Gunem, Djarot mengatakan ibu dari kedua korban itu sejak Minggu (28/1/2018) sore dan Senin pagi berjalan kaki menuju embung, berniat bunuh diri. Warga pun segera mengosongkan air embung, khawatir embung kembali menelan korban. 

Warga menggunakan sedikitnya delapan mesin diesel untuk menyedot air dari embung itu.


Warga mencopot terpal dan menguras air dari embung bantuan dari PT Semen Indonesia di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, Senin (29/1/2018). Embung itu belum lama menelan korban jiwa karena terpeleset. (Foto: KBR/Musyafa)

Baca juga:

Saat berada di Embung Tegaldowo, Kapolsek Gunem Djarot mengingatkan warga agar jangan sampai merusak fasilitas embung. Jika warga nekat, akan berurusan dengan hukum.

"Mereka bilangnya 'ya pak, ya pak'. Mereka hanya mau menguras air, karena takut orang tua korban nekat mencebur ke embung. Akhirnya warga pinjem mesin diesel untuk menguras embung. Tadi kita dekati baik–baik, setelah ini kami juga perlu datang ke rumah korban, berharap mereka bisa sabar menerima cobaan," kata Kapolsek Gunem, Djarot kepada KBR, Senin (29/1/2018).

Camat Gunem, Edi Winarno mengatakan trauma duka menyelimuti sebagian warga Desa Tegaldowo. Meski tampungan air embung habis disedot, tapi warga meyakini embung itu aka penuh kembali lantaran sekarang masih musim penghujan.

Edi menyarankan agar sistem pengamanan di embung itu diperketat. Ia menyarankan agar di sekeliling embung dipasang kawat berduri agar pengunjung sulit masuk ke dalam area embung.

"Aksi warga ini semata–mata untuk mengurangi rasa duka, sekaligus mempertimbangkan keselamatan ke depan. Kelak kalau airnya menggenangi embung, bisa diimbangi dengan pengamanan yang lebih bagus. Saya kira kalau pagarnya dikasih kawat berduri, bisa mencegah warga melompat masuk," kata Edi.

Embung di sebelah timur Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem ini merupakan bantuan PT. Semen Indonesia. Embung sedalam enam meter yang menempati luas 1,3 hektar tersebut, menelan biaya Rp5 miliar lebih.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Alasan Panitia MocoSik Festival 2018 Larang Penjualan Buku Komunis

  • Kembangkan Aplikasi Street View, Google Diminta Jaga Hak Privasi Warga
  • Kembangkan Google Street View, Warga yang Keberatan Bisa Mengadu
  • DPRD Banyumas Bakal Panggil Pelbagai Pihak terkait Kasus Pemukulan Guru ke Siswa

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.