Bupati Rembang Geram Masih Ada Sekolah Pertahankan 'Lima Hari Belajar'

"Setelah semesteran, nanti perlu dicek. Kalau dari tiga aturan Perpres belum dipenuhi, kami akan masuk untuk komplain. Tapi jika ternyata sudah memenuhi, ya kita nggak bisa apa–apa," kata Abdul Hafidz

Jumat, 26 Jan 2018 18:17 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: KBR/Musyafa)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang – Bupati Rembang, Jawa Tengah, Abdul Hafidz geram masih ada sekolah di Kabupaten Rembang yang tetap mempertahankan sistem lima hari masuk sekolah, meski sebelumnya banyak menuai protes masyarakat. 

Dari lima sekolah tingkat SMA di Rembang, tiga sekolah sudah menerapkan sistem enam hari masuk, sedangkan sisanya dua sekolah masih bertahan dengan sistem lima hari kerja. Dua sekolah tingkat SMA itu adalah SMAN I dan SMKN I Rembang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan SMA dan SMK memang ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, kata Hafidz, ia tidak akan tinggal diam, karena siswa yang diajar maupun orang tua murid, merupakan warga Kabupaten Rembang. 

Hafidz mengatakan bakal memanggil para kepala sekolah yang masih menerapkan kebijakan lima hari pembelajaran. 

"Saya tahu SMA dan SMK itu kewenangan provinsi, tapi yang diajar kan warga Kabupaten Rembang. Makanya saya peduli sekali dengan masalah ini. Dari lima sekolah, masih ada dua yang belum berubah. Nanti kami akan cek, mereka sudah memenuhi syarat sesuai Peraturan Presiden apa belum," kata Abdul Hafidz kepada KBR, Jumat (26/1/2018).

Baca juga:

Persyaratan

Hafidz mengatakan sekolah boleh saja memberlakukan lima hari masuk belajar, tapi wajib memenuhi tiga ketentuan Peraturan Presiden. Diantaranya, sarana dan sumber daya manusia memadai, mendapatkan persetujuan dari tokoh agama maupun tokoh masyarakat, serta memperhatikan kearifan lokal. 

Nantinya akan ada tim yang akan memeriksa persyaratan itu. Jika ada satu saja syarat yang belum dipenuhi, kata Hafidz, Pemerintah Kabupaten Rembang akan memprotes agar sekolah pindah ke sistem enam hari belajar.

"Kita mendapat tekanan dari masyarakat dan orang tua murid yang mempermasalahkan lima hari masuk sekolah. Setelah semesteran, nanti perlu dicek. Kalau dari tiga aturan Perpres belum dipenuhi, kami akan masuk untuk komplain. Tapi jika ternyata sudah memenuhi, ya kita nggak bisa apa–apa," kata Hafidz.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan Pemkab menunggu sampai akhir semester genap pada pertengahan 2018 ini. Secara pribadi, Hafidz menginginkan agar sekolah-sekolah itu kembali ke sistem enam hari masuk sekolah, karena lebih banyak manfaatnya. 

Jika siswa masuk lima hari sekolah, mereka baru bisa pulang sekolah sore hari, dan tidak punya kesempatan belajar mengaji di pondok pesantren maupun madrasah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

Alasan Panitia MocoSik Festival 2018 Larang Penjualan Buku Komunis

  • Kembangkan Aplikasi Street View, Google Diminta Jaga Hak Privasi Warga
  • Kembangkan Google Street View, Warga yang Keberatan Bisa Mengadu
  • DPRD Banyumas Bakal Panggil Pelbagai Pihak terkait Kasus Pemukulan Guru ke Siswa

Diabetes kerap menjadi masalah yang mengkhawatirkan di Indonesia. Penyakit yang satu ini berkaitan erat dengan pola gaya hidup sehat, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik.