Banjir Kembali Rendam Aceh Utara

Ini merupakan banjir kedua yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Banjir besar sebelumnya melanda Aceh Utara pada Desember 2017 lalu.

Kamis, 04 Jan 2018 13:32 WIB

Seorang warga menolong rekannya yang sedang menerjang banjir di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (3/1/2018). (Foto: KBR/Erwin Jalaluddin)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Aceh Utara – Puluhan desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Aceh Utara dan menyebabkan air Sungai Krueng Keureutoe meluap. 

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Teuku Nadirsyah ini merupakan banjir kedua sejak bencana serupa melanda Aceh Utara bulan lalu.

"Saat ini karena hujan terus, kita berdoa saja. Kita imbau masyarakat segera meninggalkan rumah atau mengevakuasi diri untuk berjaga-jaga mewaspadai kemungkinan banjir yang lebih besar. Apalagi baru saja dilanda banjir sebulan yang lalu dan belum terbenahi. Sekarang sudah hujan lagi, sehingga kami imbau masyarakat waspada di daerah-daerah rawan banjir," kata Nadirsyah kepada KBR, Rabu sore (3/1/2018).

Baca juga:

Pantauan reporter KBR di Aceh Utara, warga mulai mengungsi ke sejumlah meunasah (madrasah) dan madrasah. Belum ada laporan korban jiwa akibat banjir kali ini. Di Kecamatan Matangkuli, pemerintah daerah membuka dapur umum bagi pengungsi yang berasal dari lima desa yaitu Lawang, Siren, Meuria, Hagu dan Tanjong Haji Muda.

Selain Kecamatan Matangkuli, banjir juga melanda Kecamatan Pirak Timu, Paya Bakong dan Kecamatan Tanah Luas. Di Kecamatan Matangkuli, banjir melanda Desa Gampong Pante Pirak, Leubok Pirak, Tanjong Haji Muda, Siren, Lawang, Ceubrek, Alue Thoe, Hagu, Meuria, Tumpok Barat, Alue Euntok, Teungoh Seuleumak, Mee, Baro, Parang Sikureung, Tanjong Tgk Ali, Punti Matangkuli, Tanjong Babah Krueng, Blang dan Meunyee Pirak.

Sedangkan di Kecamatan Tanah Luas, banjir merendam empat desa yaitu Tanjong Mesjid, Serba Jaman Baroh, Blang, dan Rayeuk Kuta. 

Desa yang dilanda banjir di Kecamatan Pirak Timu antara lain Alue Bungkoh, Trieng Krueng Kreh, Asan Krueng Kreh, Rayeuk Pangee, Bungong, Meunasah Geulumpang, Meunash Krueng, dan Beuracan Rata.

Selain itu ada tiga desa di Kecamatan Paya Bakong yang dilanda banjir yaitu Meunasah Jok, Pante Seuleumak dan Desa Paya Meureudue. 

Ini merupakan banjir kedua yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Banjir besar sebelumnya melanda Aceh Utara pada Desember 2017 lalu. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.