'Stok Beras Aman, Spekulan yang Bikin Harga Beras Naik'

Rifai menduga para spekulan atau pelaku pasar sengaja menimbun stok beras untuk mempermainkan harga di pasaran dan meraup untung.

Rabu, 17 Jan 2018 20:11 WIB

Pedagang beras di Pasar Atas Curup Rejang Lebong Bengkulu. (Foto: KBR/M Antoni)

KBR, Rejang Lebong - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencurigai ada spekulan atau pelaku pasar yang sengaja mencari untung dengan memainkan harga beras di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong, Ahmad Rifai mengatakan harga beras saat ini tidak wajar karena stok beras di Rejang Lebong masih aman.

"Kebutuhan beras hingga saat ini stoknya mencukupi. Namun kemungkinan ada spekulan-spekulan pasar yang menyebabkan harga beras melonjak," kata Rifai kepada KBR, Rabu (17/1/2018).

Rifai menduga para spekulan atau pelaku pasar sengaja menimbun stok beras untuk mempermainkan harga di pasaran dan meraup untung. 

Untuk mengendalikan harga beras, kata Rifai, Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong membentuk tim bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional, untuk memantau langsung harga beras di pasaran dan mengambil tindakan.

"Kami akan turun ke lapangan memantau harga beras dan juga mengadakan operasi pasar agar lonjakan harga beras bisa ditekan," kata Rifai.

Baca juga:

Jaminan keamanan pasokan beras juga disampaikan Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan Bulog Divre Rejang Lebong, Nur Mulyanti Syahroni. Ia mengatakan pasokan beras masih dalam posisi aman hingga tiga bulan ke depan di hitung dari kebutuhan konsumsi warga di wilayah kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya.

"Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 2.308 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga kabupaten, yaitu Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang," kata Nur.

Jumlah pasokan 2.308 ton beras itu, terdiri dari stok yang ada di gudang Bulog sebanyak 408 ton, dan stok dalam perjalanan menuju Bulog sebanyak 1.899 ton. Beras tersebut merupakan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang akan digunakan untuk program Operasi Pasar Beras Cadangan Pemerintah (OPBCP).

"Beras ini jenisnya beras medium. Nantinya akan didistribusikan melalui distributor maupun pedagang beras di tiga Kabupaten. Harga jualnya tentu sesuai dengan HET, di tingkat distributor Rp8.100 per kilogram," kata Nur Mulyanti.

Dari pantauan KBR di pasar tradisonal Pasar Atas Curup, Rejang Lebong, kenaikan harga beras terjadi sejak dua pekan lalu, baik untuk beras lokal maupun beras kemasan.

Harga beras di Rejang Lebong saat ini mencapai Rp175 ribu per kaleng, atau naik Rp25 ribu dari harga sebelumnya Rp150 ribu. Satu kaleng beras setara 15 kilogram. 

Sedangkan, untuk harga beras kemasan mencapai Rp127 ribu per kampil (kemasan 10 kilogram), atau naik Rp22 ribu dari harga sebelumnya Rp105 ribu per kampil.

Baca juga:

Edior: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.