Suasana infrastruktur unit pengolahan (Refinery Unit/RU) VI Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (14/1/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengancam akan menghentikan kegiatan pembangunan kilang minyak Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Refinery Unit (RU) V yang saat ini sedang disiapkan Pertamina di Balikpapan.

Ancaman itu dilontarkan, jika Pertamina maupun perusahaan sub kontraktor tidak melibatkan tenaga kerja dari Balikpapan maupun Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan Tirta Dewi mengatakan ia telah meminta Pertamina melaporkan semua sub kontraktor ataupun pemberi kerja, termasuk meminta agar penerimaan dilakukan secara tranparan dan terbuka.

Tirta Dewi mengatakan instansinya bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur akan melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala proses rekrutmen tenaga kerja.

Tirta Dewi mengatakan jika ia menerima laporan mengenai ketidakadilan dalam penerimaan tenaga kerja, maka ia akan melayangkan surat teguran, termasuk menghentikan proyek pembangunan kilang minyak.

"Untuk pembangunan kilang akan dimulai 2017 ini. Kita sudah bersurat ke Pertamina, mudah-mudahan di respon. Bahwa pembangunan perluasan kilang, agar semuanya dilaporkan siapa yang menerima pekerjaannya, yang mendapat pekerjaannya subkontraktor. Kalau nanti tidak dilakukan juga sesuai prosedur, maka kita bisa menghentikan sementara kegiatan pembangunan kilang," kata Tirta Dewi, Rabu (18/1/2017).

Tirta Dewi menambahkan Pemerintah Kota Balikpapan tidak melarang Pertamina maupun subkontraktor dalam mempekerjakan tenaga kerja antar kota antar daerah. Namun, Tirta Dewi menegaskan ada prosedur maupun perijinan yang harus dipenuhi. Berdasarkan aturan, pemberi kerja harus mengurus perijinan ke Dinas Provinsi Kalimantan Timur.

Sebelumnya warga Balikpapan menilai Pertamina maupun subkontraktor lebih banyak mempekerjakan orang dari luar daerah untuk pembangunan apartemen karyawan Pertamina. Hal itu sempat menimbulkan konflik sosial.

Tahun ini akan dimulai pembangunan kilang minyak Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Refinery Unit (RU) V dengan nilai proyek mencapai Rp497 miliar. Proyek ini diperkirakan membutuhkan tenaga kerja mencapai 25 ribu. Pemerintah Kota Balikpapan berharap bisa mengurangi jumlah pengangguran yang mencapai 18 ribu.

RDMP RU V Balikpapan akan meningkatkan kapasitas produksi dari Refinery Unit (RU) V Balikpapan semula 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

RDMP merupakan program Pertamina untuk meningkatkan kapasitas dan mutu produk kilang nasional yang dilakukan di beberapa kilang, yaitu RU IV Cilacap, RU VI Balongan, RU II Dumai dan RU V Balikpapan.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!