Ombak Besar, Nelayan Rembang Nekat Melaut Karena Udang Putih

Dalam sekali melaut, para nelayan bisa mendapatkan sekitar 5–10 kilo gram.

Minggu, 08 Jan 2017 18:59 WIB

Nelayan di Rembang tetap berangkat melaut, meski cuaca ekstrem di pesisir Pantura Jawa. Foto: Musyafa/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Rembang – Sebagian besar nelayan tradisional di pesisir Pantai Utara Rembang, Jawa Tengah, nekat melaut, meski ombak besar. Seorang nelayan di Kecamatan Kaliori, Rembang, Yauma beralasan, saat ini merupakan musim udang putih yang harganya mencapai Rp140.000 per kilo gram.

Dalam sekali melaut, para nelayan bisa mendapatkan sekitar  5–10 kilo gram. Hal itu membuat nelayan tertarik melaut, tanpa mempedulikan kondisi cuaca.

“Gelombangnya besar maka semakin banyak hasil. Kalau ada ombaknya, dapat udang putih 5–10 kilo gram. Pokoknya ketika arus angin barat datang, biasanya udangnya banyak, " ungkapnya kepada KBR, Minggu (08/01).

Menanggapi itu, Kepala Satuan Polisi Air Polres Rembang, Sukamto mengimbau nelayan tetap memperhatikan situasi. Kalau ombak mengganas, sebaiknya jangan memaksakan diri. Ia mengingatkan agar nelayan melengkapi sarana keselamatan, seperti ban, jiriken bekas maupun pelampung.

“Kalau kita patroli dan menjumpai nelayan kecil di tengah laut, biasanya mereka beralasan di rumah nggak punya beras. Maka kita imbau perahu kecil, sedang hingga kapal besar selalu menyiapkan sarana keselamatan bagi para ABK nya. Mulai dari jiriken, ban bekas dan pelampung,"  jelasnya.

Sukamto menambahkan musim ombak angin baratan yang terkenal dengan ombak besar dan angin kencang, diramalkan masih akan terjadi sampai bulan Mei mendatang. Pihaknya berupaya memantau situasi perairan, melalui radio komunikasi. Tiap ada kerawanan, akan diteruskan kepada nelayan.

Baca: Ribuan Kartu Asuransi Nelayan Rembang Belum Dicetak

Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

DPR dan Pemerintah Belum Sepakati Definisi Teroris, Pembahasan RUU Terorisme Diperpanjang

  • Polda Kaltim Tetapkan Nakhoda Kapal Berbendera Panama Jadi Tersangka
  • Suciwati: Pak Jokowi, Mana Dokumen TPF Munir?
  • Abaikan Pergub, Dua Pelanggar di Lhokseumawe Dicambuk di Ruang Terbuka

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.