Muncul Nyamuk Warna Hijau Ekor Panjang di Banyuwangi, Berbahaya?

Serangga yang kemudian disebut 'nyamuk hijau' itu memiliki ekor panjang, dan sudah muncul sekitar dua bulan terakhir.

Rabu, 11 Jan 2017 11:23 WIB

Ilustasi. (Foto: sumber Javier Diaz/Flickr/Creative Commons)


KBR, Banyuwangi - Warga di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur diresahkan dengan munculnya ribuan ekor serangga mirip nyamuk berwarna hijau.

Serangga yang kemudian disebut 'nyamuk hijau' itu memiliki ekor panjang, dan sudah muncul sekitar dua bulan terakhir.

Dinas Kesehatan Banyuwangi Jawa Timur masih terus meneliti serangga 'nyamuk hijau' tersebut. Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Wiji Lestariono mengatakan hasil penelian sementara menunjukkan 'nyamuk hijau' itu hanya hama tanaman.

Wiji Lestariono mengatakan 'nyamuk hijau' itu tidak berbahaya seperti nyamuk Aedes aegypti yang bisa menularkan berbagai virus dan bibit penyakit, seperti demam berdarah maupun malaria.

Meski begitu, Wiji mengatakan Dinas Pertanian sudah menerjukan tim ke lokasi untuk meneliti nyamuk hijau tersebut apakah berbahaya atau tidak. Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah melakukan penyemprotan di lokasi yang terdampak nyamuk hujau tersebut.

"Hasil penelitian sementara memang menunjukkan nyamuk warna hijau itu banyak sekali disana. Cuma tidak menggigit warga. Mereka lebih menyerang tanaman, katanya. Tapi sudah juga dilakukan upaya untuk membasmi. Sampai sekarang masih ada, kelihatanya itu lebih pada jenis hama untuk tanaman," kata Wiji Lestariono (11/1/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Wiji Lestariono menambahkan, sejauh ini tidak ada laporan warga yang terinfeksi nyamuk hijau  itu. Wiji mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan penyebaran nyamuk hijau tersebut. Sebab nyamuk itu tidak berbahaya.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi